Beranda Karawang Ratusan Warga Jebol Pagar Beton PT Pindodeli

Ratusan Warga Jebol Pagar Beton PT Pindodeli

53
0
JEBOL PAGAR: Ratusan warga menjebol pagar beton yang dibangun dua perusahaan. Alasannya, pagar tersebut menutup akses jalan yang selama ini dilalui warga. AEF SAEPULLOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Ratusan warga Dusun Pegadungan, Desa Taman Mekar, Kecamatan Pangkalan, terpaksa menjebol beton yang dibangun dua perusahaan. Aksi warga ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, warga merasa terisolasi akibat pembangunan pagar beton yang dilakukan PT China Portune Land Development (CPLD) dan Pindodeli 3. Pagar beton tersebut menutup jalan desa yang selama ini menjadi akses warga.

Pantauan Pasundan Ekspres, aksi unjuk rasa yang dilakukan warga digelar sejak pagi hari. Sebelumnya, saat malam kawasan tersebut diguyur hujan deras. Hujan yang turun beberapa jam itu membuat jalan alternatif yang dilalui warga tidak bisa dilalui karena berlumpur. Warga terpaksa menjebol tembok milik perusahaan grup Sinar Mas ini yang sebelumnya menutup akses jalan yang dilalui warga.

“Kami sudah memprediksi jalan alternatif yang digunakan warga ini belum layak dilalui, karena belum ada pengerasan, karena hanya tanah dan pasir. Kalau terjadi hujan sudah pasti jalan ini tidak bisa dilalui. Jangankan untuk kendaraan, buat jalan kaki saja sangat sulit dilalui karena penuh lumpur yang cukup dalam.

Semalam terjadi hujan dan terbukti warga tidak bisa melintas jalan tersebut,” kata Ketua LSM Lodaya, Nace Permana, yang mendampingi warga dalam kasus penutupan jalan desa ini.
Menurut Nace, aksi unjuk rasa yang dilakukan warga ini merupakan spontanitas karena warga tidak bisa melakukan aktivitasnya akibat jalan yang licin dan penuh lumpur.

Anak-anak tidak bisa sekolah dan orang tua tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya karena terhalang tidak bisa melintas di jalan desa. “Tuntutan kami agar jalan desa yang sudah ada sejak dahulu dikembalikan lagi kepada warga. Kami heran kok jalan desa tiba-tiba bisa menjadi milik perusahaan dan tidak mengetahui proses peralihan kepemilikan,” kata Nace.

BACA JUGA:  Sempat Viral, Jalan Setapak Akan Dibeton Tahun Ini

Menurut Nace, selama ini warga berusaha untuk bertemu manajemen perusahaan PT. Pindodeli agar bisa mendapatkan akses jalan kembali yang saat ini sudah ditutup. Hanya saja karena belum ada tanggapan dari pihak manajemen warga langsung menjebol pagar tembok yang terbuat dari lempeng beton. “Ini aksi spontanitas warga dan kami minta kepedulian pihak perusahaan untuk agar kami mendapatkan kembali akses jalan yang sudah ditutup. Jika aspirasi kami tidak didengar kami akan melanjutkan aksi yang lebih besar ke kantor bupati dan mendesak agar bupati mengembalikan akses jalan desa milik warga kami,” katanya.

Perseteruan dipicu akibat sekitar 400 jiwa warga Dusun Pagadungan, Desa Tamanmekar, Kecamatan Pangkalan, saat ini terisolir karena akses jalan desa ditutup oleh PT. China Portune Land Development (CPLD) dan PT. Pindo Deli. Aktivitas warga seperti ke sekolah, bekerja ataupun keluar desa tidak bisa dilakukan karena akses jalan sudah ditutup dengan pagar beton.

Warga terpaksa harus memutar dengan jarak yang cukup jauh jika harus melakukan kegiatan dengan memutar ke desa lainnya.
Penutupan jalan desa sudah terjadi satu bulan kebelakang hingga warga tidak bisa melintas jalan yang biasa dilalui secara turun temurun. PT. Pindodeli 3 usai memagar lahan miliknya memberikan jalan alternatif bagi warga setempat. Hanya saja jalan alternatif tersebut kemudian di Portal oleh PT. CPLD hingga warga tidak bisa lewat. “Jalan alternatif juga belum layak dilalui karena belum dilakukan pengerasan sehingga ketika hujan jalan itu tidak bisa dilalui,” kata Nace.(aef/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here