Beranda Headline Ini Fakta-fakta Trianingsih, Korban Kecelakaan Jatuhnya Pesawat Lion Air JT-610

Ini Fakta-fakta Trianingsih, Korban Kecelakaan Jatuhnya Pesawat Lion Air JT-610

915
0
Trianingsih Putri Van Ende, korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

Keluarga: Sempat Mimpi Terjadi Kecelakaan

SUBANG-Sepupunya Trianingsih Putri Van Ende, Pipit Fajar Wati mengaku sempat bermimpi terjadi kecelakaan. Namun ia tidak tahu siapa yang mengalami kecelakaan.
“Waktu menjelang subuh sebelum kejadian, saya mimpi ada yang celaka, tapi engga tau siapa,” ungkap Pipit ditemui Pasundan Ekspres di Kampung Parapatan RT 12 RW 04 Desa Parapatan, Purwadadi, Rabu (31/10).

TUNGGU KABAR: Pihak keluarga Trianingsih menunggu kabar penemuan jenazah. Tria merupakan calon pramugari Lion Air yang tengah mengikuti training saat pesawat tersebut jatuh di perairan Karawang, Senin (29/10).
YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES

Dia mengatakan, kakaknya yang di Tangerang sempat didatangi oleh Trianingsih pada Sabtu (27/10). Trianingsih menceritakan ketakutan pada kakaknya tersebut.

“Sebelum terbang hari Senin (29/10), dia (Trianingsih) maen dulu ke rumah kakaknya. Katanya takut jatoh. Mungkin dia tahu kali ya masalahnya pesawat yang dinaikinnya katanya bermasalah waktu penerbangan dari Bali juga,” ceritanya.
“Ya sudah neng berdoa saja,” cerita Pipit menirukan suara kakaknya Trianingsih.

Keluarga Sempat Komplain ke Lion Air

Pihak keluarga korban kecelakaan sempat mempertanyakan mengapa pihak Lion Air menyebut peserta training sebagai penumpang biasa.

“Kami mempertanyakan mengapa yang tiga orang lagi training disebut sebagai penumpang. Tapi pihak Lion Air sudah klarifikasi, jadi yang training masuk sebagai kru,” ungkap Otong Wastalim, keluarga korban yang ikut ke Jakarta bertemu dengan pihak Lion Air, Rabu (31/10).

Dia mengatakan, Trianingsih merupakan salah satu dari tiga orang yang mengikuti training. Trianingsih sudah menandatangani kontrak selama empat tahun.

“Kami dari pihak keluarga sebanyak 7 orang begitu mendapat kabar dari langsung menuju Jakarta,” ujarnya.
Pihak keluarga berharap, agar korban segera ditemukan. Pihak keluarga sangat menantikan kabar dari petugas.

Trianingsih saat berlibur ke Sari Ater bersama keluarga.

Sempat Mengeluh Training di Lion Air

Kepada keluarga, Trianingsih Putri Van Ende sempat mengeluh mengenai Lion Air. Selama mengikuti training selama enam bulan tidak mendapatkan gaji.

BACA JUGA:  Pencarian Korban Jatuhnya Pesawat lion Air JT-610 hingga 12 November

“Trainingnya ini selama enam bulan. Tapi selama training tidak mendapatkan gaji, uang makan. Dia curhat sama temannya,” ungkap Pipit Fajar Wati, sepupunya Trianingsih.

Dia mengatakan, masa training Trianingsih segera berakhir. Penerbangan yang akhirnya kecelakaan tersebut, seharusnya yang terakhir dalam mengikuti training.

Setelah selesai training, ia menjadi pramugari. Untuk ditugaskan pada penerbangan skala internasional.
“Istilahnya penerbangan kemarin itu kelulusan dari training untuk menjadi pramugari,” kata Dewi Setiawati, yang juga sepupunya Trianingsih.

Ternyata Keturunan Belanda

Trianingsih ternyata keturunan Belanda. Ayahnya yang bernama Adrian Ando merupakan orang Belanda.

“Bapaknya asli Belanda, tapi sudah jadi Warga Negara Indonesia,” kata ungkap Pipit Fajar Wati, sepupunya Trianingsih.
Ayahnya tersebut tidak sempat melihat anaknya dewasa. Sebab pada usia tiga bulan Trianingsih, ayahnya meninggal dunia. Trianingsih menjadi yatim.

“Waktu umur tiga bulan bapaknya meninggal,” ujarnya.
Sementara itu, ibunya Trianingsih bernama Ayani merupakan warga asli Desa Parapatan, Kecamatan Purwadadi. Dia merupakan anak bungsu dari empat bersaudara.

Yatim Sejak Bayi

Trianingsih kini sudah yatim piatu. Saat masih bayi berusia tiga bulan sudah ditinggal ayahnya. Kemudian ibunya meninggal pada saat Trianingsih duduk di bangku SMA.
Dengan kondisi tersebut, Trianingsih terbentuk menjadi orang yang bermental tangguh. Ia dikenal sebagai anak yang cerdas, baik dan pekerja keras.
“Dia itu anaknya ngga pernah ngeluh apa-apa,” kata Pipit Fajar Wati, sepupunya Trianingsih.

Baru Wisuda Tahun Ini

Ia juga diketahui baru menyelesaikan studinya di salah satu perguruan tinggi di Jakarta.

Selama kuliah, ia mendapatkan beasiswa. Bahkan saat SMA pun ia mendapatkan beasiswa pendidikan.

Pipit Fajar Wati, sepupunya Trianingsih mengatakan, Trianingsih merupakan anak yang cerdas. Itulah mengapa mendapatkan beasiswa sejak SMA dan kuliah.

BACA JUGA:  Belum Ada Temuan Serpihan dan Korban Lion Air

Dia menuturkan, selama kuliah, Trianingsih sambil bekerja. Ia pernah bekerja di properti dan bank. Hingga akhirnya setelah lulus kuliah mendaftar menjadi pramugari di Lion Air.
“Saking dia pengennya menjadi pramugari, dia sampai diet ketat, olahraga yang rutin,” ucapnya.

Sempat Berlibur di Sari Ater

Trianingsih sempat berlibur di Sari Ater tahun 2017. Ia sengaja mengajak keluarga untuk berlibur. Karena ingin membahagiakan keluarganya.
“Dia yang ngajak berlibur keluarga ke Sari Ater, dia bayarin semuanya,” ujar Dewi Setiawati, sepupunya Trianingsih.
Dia mengatakan, sebelum nanti sibuk karena ingin jadi Pramugari, Trianingsih ingin menghabiskan waktu bersama keluarga dengan cara berlibur.

“Dia bilang ingin berlibur bersama keluarga, karena nanti akan jarang ketemu, sekarang mumpung ada waktu,” ujarnya.

Jika Jasad Ditemukan, Dimakamkan di Tangerang

Jenazah Trianingsih rencananya akan dimakamkan di keluarganya yang di Tangerang. Meskipun saat ini belum ditemukan jasad Trianingsih yang merupakan korban kecelakaan Lion Air.
“Rencana pemakaman di keluarganya yang di Tangerang,” ujar Pipit Fajar Wati, sepupunya Trianingsih.
Dia berharap, petugas bisa segera menemukan Trianingsih. “Kami terus berdoa supaya segera ditemukan, mohon doanya,” katanya.
Saat ini pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian Trianingsih. “Kami keluarga sangat bersedih, tapi kami semua sudah mengikhlaskan,” pungkasnya.(ysp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here