Beranda Headline Roda Ditemukan, CVR Masih Dicari

Roda Ditemukan, CVR Masih Dicari

133
0
EVAKUASI: Penemuan Ban Pesawat Lion Air JT-610 di JICT (Jakarta International Container Terminal) II, Jumat (02/11/18).

Presiden RI Joko Widodo kembali mengunjungi Posko Basarnas di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (2/11/2018) pukul 16.00 WIB. Presiden disambut Kabasarnas, Panglima TNI, Menteri Perhubungan, Ketua KNKT, Kepala BPPT, dan para pimpinan stakeholder lainnya.

Kedatangan RI 1 untuk memantau perkembangan pelaksanaan operasi SAR yang sudah memasuki hari kelima. Presiden langsung masuk ke posko untuk melaksanakan rapat terbatas. Secara terperinci, Kabasarnas menyampaikan paparan pelaksanaan operasi SAR yang dilaksanakan tim gabungan sejak hari pertama hingga update terakhir.

Presiden memberikan apresiasi kepada 859 personil dari Basarnas, TNI-Polri, Kementerian Perhubungan, Bakamla, BPPT, KKP, Pertamina, Bea Cukai, dan seluruh stakeholder serta masyarakat potensi SAR lainnya yang telah terlibat dalam operasi SAR, 24 jam nonstop sejak musibah terjadi.

“Saya telah mendapatkan penjelasan terperinci dari Kabasarnas. Selanjutnya, saya titip pesan agar menggunakan seluruh kemampuan yang ada, kecanggihan teknologi, kerja cepat sehingga dapat menemukan seluruh korban,” katanya, Jumat (2/11).

Presiden juga memberikan apresiasi kepada 2 penyelam dari Taifib dan 1 personil dari BPPT yang telah berhasil mengangkat bagian black box. Presiden juga meminta kepada KNKT untuk secepatnya melakukan penyelidikan untuk memgungkap penyebab kecelakaan.

“Keselamatan penumpang diprioritaskan dan saya berharap tidak ada lagi kecelakaan pesawat di masa yang akan datang,” tegasnya. Selebihnya, presiden mengungkapkan bela sungkawa kepada seluruh keluarga korban.

Roda Pesawat

Sementara Kabasarnas dalam keterangan pers nya mengungkapkan bahwa, tim SAR masih bekerja di lokasi pencarian. Locus pencarian pada radius 500 meter dari lokasi ditemukan bagian black box. Di area tersebut, ROV menemukan serpihan dalam jumlah cukup banyak di dasar laut.

Sedangkan bagian pesawat terbesar yang berhasil ditemukan adalah roda pesawat. Tim SAR juga menemukan korban dan langsung dievaluasi ke atas kapal di dalam 2 kantong jenazah untuk dievakuasi ke Posko Terpadu. Total korban yang berhasil dievakuasi hingga Jumat (2/11) sore pukul 17.00 WIB sebanyak 67 kantong.

Dari lokasi pencarian, Basarnas telah membagi tugas semua asset yang terlibat dalam operasi, dimana terbagi dalam 2 sektor atau prioritas pencarian. Pada sektor 1, tim SAR melaksanakan pencarian dengan search pattern (pola pencarian) creeping. Pada sektor 1, kapal-kapal yang beroperasi dilengkapi dengan alat pendeteksi bawah air seperti Multi Beem Echo Sounder (MBES), Side Scan Sonar, Remotly Operated Underwater Vehicle (ROV), dan Ping Locator untuk mendeteksi sinyal dari black box.

Peralatan-peralatan tersebut terpasang di 5 kapal, masing-masing KRI Rigel, Rubber Boat (RB) 206 Kantor SAR Bandung, Baruna Jaya BPPT, Kapal Dominos dan Teluk Bajau (Victoria) milik Pertamina. Pada sektor ini juga mengerahkan penyelam-penyelam dari Basarnas, Denjaka, Kopaska, Taifib, Marinir, Indonesia Diver, dan POSSI sebanyak 119 personil. Pada search area prioritas 2, tim SAR menggunakan pola pencarian pararel.
Sementara di sektor 2, terdapat 40 kapal lebih dari Basarnas, TNI-Polri, Kementerian Perhubungan, Bakamla, Polair, KPLP, Bea Cukai, ditambah kapal-kapal nelayan dan Potensi SAR lainnya melaksanakan pencarian di permukaan.

Sebelumnya, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 rute Cengkareng – Pangkalpinang mengalami kecelakaan 13 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (29/10/2018) pukul 06.20 WIB. Pesawat dengan personal on board sebanyak 189 orang itu jatuh di kawasan Perairan Karawang.

KNKT Lacak CVR

Sementara itu Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terus berupaya melakukan pencarian dan pengembangan kasus jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. Fokus utama kini mencari cockpit voice recorder (CVR).

Ketua KNKT, Haryo Satmiko mengatakan, memaksimalkan pencarian CVR timnya kembali melakukan penambahan personel dan telah bergabung di Kapal Baruna Jaya 1. “Tambahan tenaga berupa dua investigator KNKT dan dua investigator dari NTSB Amerika. Mereka telah bergabung sejak pukul 10 pagi tadi (kemarin),” ujarnya, di Kantor KNKT, Jumat (2/11).

Pihaknya pun juga mendapat tambahan alat yakni satu buah ping locator dari NTSB Amerika. Dengan demikian total Kapal Baruna Jaya 1 telah dipersenjatai empat ping locator. Diungkapkan Haryo, dengan tambahan personel dan peralatan canggih, CVR diharapkan bisa segera ditemukan.

“Tim kami juga terus stand by di lokasi sambil melakukan penyortiran dan identifikasi puing pesawat. Puing pesawat akan kita pindahkan di tempat aman. Ini untuk memaksimalkan proses investigasi,” katanya.

Pihak KNKT yang diterjunkan tak hanya fokus dalam melakukan proses identifikasi pada badan pesawat dan pencarian CVR. Diungkapkan, Haryo, interview juga dilakukan kepada kru pesawat dan kru kabin yang saat itu menumpangi pesawat dengan rute Denpasar-Jakarta sebelumnya akhirnya jatuh sehari kemudian.

“Semua kita lakukan dengan bekerja secara kolektif. Semua kita susun dengan baik agar koordinasi dan hasil investigasi bisa berjalan maksimal,” ungkapya.

Haryo juga memastikan, crash surviveable memory unit (CSMU) yang ditemukan pada Kamis, 1 November adalah bagian dari flight data recorder (FDR) pesawat. (rdi/lan/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here