Beranda Purwakarta Yayasan Senyum Indonesia Gelar Khitanan Massal

Yayasan Senyum Indonesia Gelar Khitanan Massal

88
0
KHITANAN MASSAL: Sejumlah anak yang ikut dikhitan bersam super hero kebanggaannya, saat kegiatan khitanan massal yang di selenggarakan oleh yayasan Senyum Indonesia. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

Hibur Peserta Dengan Super Hero

PURWAKARTA-Yayasan Senyum Indonesia sukses menggelar Manuk Hiber 2018 dengan tema Khitan di Negeri Dongeng, yang merupakan kegiatan khitanan massal tahunan yang diselenggarakan selama dua hari, Sabtu (22/12) dan Ahad (23/12).

Tercatat lebih dari 30 anak dikhitan di tiga tempat berbeda, yaitu di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur. Sedangkan dua tempat lainnya berada di Kabupaten Purwakarta, yakni di Desa Sinargalih, Kecamatan Maniis, dan Desa Parungbateng, Kecamatan Sukasari.

Sebelum dikhitan, anak-anak diajak membuat properti pawai, diikuti dengan kostum super hero yang digunakan relawan Senyum Indonesia, yang berjumlah sekitar 70-an. Mereka ini tergabung dalam komunitas sosial mahasiswa muslim se-Bandung Raya.

Sambil menggunakan kostum Spiderman, Kapten Amerika, Bajak Laut, Pangeran Gatot Kaca, dan lainnya, mereka pawai mengelilingi desa.

Selain khitan massal, kegiatan Manuk Hiber lainnya adalah daurah anak, balai pengobatan gratis, pawai, tabligh akbar, lomba kemasyarakatan, dan pasar rakyat.

Orang tua peserta khitan, Uwar (34), berjalan ke tempat registrasi ulang, mengisi kolom pendaftaran dan mengumpulkan kartu identitas. Sebelum melaksanakan proses khitan, peserta khitan dan orang tuanya melakukan sesi foto bersama relawan yang berkostum superhero. Setelah itu, menunggu dipanggil oleh tim dokter untuk melakukan proses khitan.

“Alhamdulillah, senang banget, ini merupakan kesempatan yang luar biasa dan istimewa, karena di kampung sulit melaksanakan acara khitan massal seperti ini,” ucap Uwar.

Pria asal Kampung Cimanggu, Desa Parungbanteng ini pun mengaku sangat mendukung kegiatan tersebut. “Ini sesuai dengan harapan masyarakat. Kegiatan ini juga memudahkan masyarakat kecil untuk melaksanakan khitan, menambah wawasan, dan memberi pencerahan bagi masyarakat,” kata Uwar.

Dirinya berterimakasih kepada Yayasan Senyum Indonesia, dan berharap kegiatan tersebut menjadi berkah dan terus meningkat. “Semoga semakin hebat, menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, membawa kebaikan bagi masyarakat, dan bermanfaat bagi peserta kegiatan mau pun pelaksana kegiatan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Alfest 2019 Jaring Bakat Seni dan Olahraga

Senada disampaikan kakek peserta khitan, Amid (70), warga Desa Sukasari. Dirinya mengetahui kegiatan ini dari Bapak RK Wardia yang merupakan salah satu tokoh di kampung tersebut.

“Saya ucapkan terimakasih kepada para relawan yang sudah mengadakan acara ini. Mudah-mudahan diberi rezeki yang banyak, kelancaran dalam melaksanakan kegiatan, kemajuan, dan kesuksesan dalam acara ke depannya,” ujar Amid.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Manuk Hiber 2018 Mochamad Alghifari yang merupakan mahasiswa Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung angkatan 2016, mengatakan, kegiatan sarat manfaat ini memiliki sasaran cukup luas.

“Mulai dari anak-anak peserta khitan, orang tua, anak-anak remaja dan masyarakat serta untuk para relawan itu sendiri. Alhamdulillah bisa terlaksana, meski akses ke lokasi cukup berat,” kata Alghi, panggilan akrabnya.

Dijelaskannya, ke-31 peserta khitan massal berasal dari Desa Parungbanteng 11 orang, Desa Sinargalih 10 orang, dan Desa Mekarjaya 10 orang. “Manuk Hiber 2018 bertujuan untuk membantu anak-anak di pelosok desa yang sulit mendapatkan akses khitan. Kegiatan ini adalah kali kedua setelah sebelumnya digelar pada 2017,” ujarnya.

Seperti pada kegiatan baksos sebelumnya, Senyum Indonesia tak sendirian dalam menyelenggarakan khitan dan balai pengobatan gratis untuk masyarakat. Yakni dengan melibatkan DKM Asy-Syifaa RSHS – FK Unpad sebagai tenaga medisnya.

Alghi berharap anak-anak yang dikhitan bisa menjadi insan-insan mulia yang dapat bermanfaat bagi nusa dan bangsa, untuk para masyarakatnya agar terjalin ukhuwah antara relawan dengan masyarakat di sini.

Kemudian, ia juga mengucapkan ungkapan terima kasih untuk para relawan atas dedikasinya yang tinggi, pengorbanannya yang luar biasa, tetap semangat untuk berbagi kebaikan. “Insya Allah, kita akan mendapatkan manfaatnya baik di dunia maupun di akhirat,” ucapnya.(add/dan)

BACA JUGA:  Regent Sukses Hibur Petani Pantura

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here