Beranda Subang Progress Pembangunan Jalan Pelabuhan Patimban Capai 4,7 %

Progress Pembangunan Jalan Pelabuhan Patimban Capai 4,7 %

52
0
PENGAWASAN: PPK 4 Kementrian PUPR Noer Fachrie, Pengawas Lapangan Febian Alexander, serta Kontraktor PerusahaanHendro dan Djoko Sunarto, saat berada di proyek akses jalan pelabuhan. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

7.000 Batang Tiang Pancang dan 20 Alat Pancang Siap Beroperasi

PUSAKANAGARA-Progres pembangunan akses jalan menuju Pelabuhan Patimban, kini telah mencapai angka 4,7 %. Hingga awal bulan ini, target pengerjaan akses jalan sendiri terbilang melebihi capaian sebesar 0,2 % dimana target awalnya sebesar 4,5%.

Menurut PPK 4 Kementrian PUPR untuk Pembangunan Akses Jalan Noer Fachrie, saat ini progress di lapangan sudah masuki tahap pemasangan tiang pancang.

Bahkan di area akses jalan sendiri, saat ini sudah hampir 7.000 batang tiang pancang yang telah berada di Akses Jalan Pelabuhan.

“Kita dalam tahap pemancangan, saat ini sudah hampir 7000 batang tiang pancang telah berada di Ases Jalan,” ucap Fachrie, ketika ditemui Pasundan Ekspres.

Saat ini ketersediaan alat pancang juga terus dikirim untuk kebutuhan pengerjaan proyek ini. Bahan saat ini di lapangan, totalnya mencapai 5 alat pancang, yang sudah tersedia dan telah beroperasi.

“Yang paling crowded nanti di April 2019, disini nanti kurang lebih ada 20 alat pancang, yang ada dan akan beroperasi,” jelas Fachrie.

Ia menyebutkan, dalam pengerjaan akses jalan dengan panjang 8,2 KM tersebut, nantinya ada sekitar 12.500 tiang pancang, yang akan terpasang di sepanjang jalan yang dibuat melayang ini. Sebab sesuai kontrak, pembangunan akses jalan ini akan diselesaikan pada April 2020.

“Kalau dikontrak kita sampai April 2020, tapi targetnya sebelum itu sudah selesai, tapi seandainya akhir tahun ini belum selesai, kita masih ada waktu hingga April,” bebernya.

Fachrie menyebut, saat ini kendala dalam pengerjaan proyek ini, pada proses pembebasan lahan. Sebab selain belum sepenuhnya diserah terimakan oleh Kemenhub, selaku Kementerian yang memiliki proyek, proses pembebasan di masyarakat juga masih dalam proses.

BACA JUGA:  Warga Mulai Terbiasa Praktik Urban Farming

“Kendala lebih banyak dilahan ya, sampai saat ini belum sepenuhnya serah terima lahan dari kemenhub. Yang kita harapkan adalah lahan sepanjang 8,2 KM dengan lebar 40 meter, bisa kita selesaikan pembebasanya pada Maret mendatang, sehingga pengerjaan jalan juga bisa segera diselesaikan,” imbuh Fachrie.

Namun saat ini kata Fachrie, dari informasi yang didapatnya, lahan dari STA 0-4,9 KM, saat ini progresnya sudah 75%, lahan yang telah diberikan uang ganti rugi, sedangkan sisanya masih dalam proses di LMAN maupun Kemenhub.

Proyek pengerjaan akses jalan ini, memakan biaya hingga Rp 1,127 triliun dengan kontrakor perusahaan yang mengerjakanya merupakan Join Venture diantaranya PT Shimizu, PT PP serta Bangun Cipta Karya. (ygi/dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here