Beranda Headline Edarkan Sabu, Oknum Guru Diciduk Satresnarkoba

Edarkan Sabu, Oknum Guru Diciduk Satresnarkoba

91
0
EKSPOSE: Polres Cimahi menggelar ekspose untuk kasus guru yang menjadi pengedar sabu di lapas. ASEP IMAM/PASUNDAN EKSPRES

BNN Agendakan Tes Urin ASN

NGAMPRAH–Jajaran Satresnarkoba Polres Cimahi berhasil menciduk oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), yang bekerja di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat yang terbukti mengedarkan narkoba jenis sabu. Pelaku berinisial NY alias Bunda (53) yang berprofesi sebagai guru itu berhasil ditangkap pada Selasa (29/1) lalu, di Kampung Sirnamukti Desa Selacau Kecamatan Batujajar KBB.

Kasatresnarkoba Polres Cimahi AKP Sugeng Heryadi menjelaskan, pelaku terbukti mengedarkan narkoba jenis sabu dengan berat 3,29 gram. Pelaku merupakan warga Jalan Matrasik Nomor 09 RT 001 RW 010 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi, Utara Kota Cimahi. “Selama awal tahun 2019 sudah ada 11 kasus dan 13 orang yang ditangani. Dua diantaranya merupakan kasus ASN di Bandung Barat dan Kota Cimahi. Untuk ASN Bandung Barat modus mendapatkan barang tersebut di dalam lapas, karena pelaku pernah masuk penjara pada 2015 lalu dengan vonis dua tahun, setelah keluar sekarang ditangkap lagi,” kata Sugeng di Mapolres Cimahi, Senin (11/2).

Mendalami kasus tersebut, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) KBB. Hak ini dilakukan untuk mengejar pelaku lain, bandar narkoba yang lebih besar. “Kami juga akan mendalami kasus ini dengan terus berkoordinasi bersama BNN, agar bisa menangkap bandar yang lebih besar lagi,” ujarnya.

Atas kasus tersebut, lanjut Sugeng, pelaku dikenakan pasal 115 ayat (1) atau Pasal 111 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU Nomor 35 Tahun 2019 tentang narkotika dengan ancaman 15 tahun penjara.

Dihubungi terpisah, Kepala BNN KBB Sam Norati Martina akan mengintensifkan tes urine dan operasi tangkap tangan (OTT) di berbagai sektor. Mulai dari setiap SKPD, kantor kecamatan, desa hingga di lingkungan sekolah. Hal ini untuk menelusuri peredaran narkoba di lingkungan Pemkab Bandung Barat.

BACA JUGA:  Bandar Sabu Jaringan Malaysia Berhasil Dibekuk

“Kami sudah sering melakukan tes urine. Itu sebagai upaya pencegahan dini agar PNS terbebas dari narkoba. Bahkan, sejak tahun 2017 lalu, BNN juga sudah membentuk Satgas Anti Narkoba yang ada di setiap SKPD. Satgas di masing-masing SKPD ini jumlahnya ada 3 sampai 4 orang. Mereka bertugas untuk mengawasi serta melaporkan jika ada PNS yang terbukti mengkonsumsi narkoba atau sampai mengedarkan. Sampai saat ini memang belum ada yang positif narkoba,” kata Sam saat dihubungi di Ngamprah.

Dia menambahkan, saat ini tim khusus yang dimiliki BNN itu, tengah melakukan pemetaan wilayah untuk memastikan daerah yang rawan peredaran narkoba. Pemetaan melalui metode survei langsung ke lapangan di 16 Kecamatan di KBB. “Jadi dari 16 Kecamatan itu, mana saja wilayah yang memang sangat tinggi baik peredaran maupun pemakaian narkoba. Itu menjadi target kami. Termasuk kami juga akan melakukan tes urine dan pemantauan bagi guru di sekolah, karena selama ini kami hanya fokus pada siswanya saja,” ungkapnya.

Martiana pun menyesalkan, tertangkapnya seorang ASN apalagi berprofesi sebagai guru karena kasus narkoba. Padahal, jajarannya sudah melakukan pencegahan melalui program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) serta tes urine. “Kasus tersebut (PNS yang ditangkap) membuktikan jika narkoba masih ada di sekitar kita. Tidak menutup kemungkinan banyak juga di lingkungan Pemkab. Kami akan meningkatkan pencegahan dan operasi di lapangan,” pungkasnya.(sep/vry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here