Beranda Headline Jalur Cimerta-Bantarsari Hanya Dilewati R2, Rembesan Air Sebabkan Jalan Amblas

Jalur Cimerta-Bantarsari Hanya Dilewati R2, Rembesan Air Sebabkan Jalan Amblas

105
0
AMBLAS: Bentangan jalan sepanjang 7 meter di Desa Bantarsari amblas akibat rembesan air. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Masyarakat diminta waspada saat musim hujan, kare bencana kerap terjadi di berbagai daerah. Kecamatan Cijambe diterjang bencana akibat hujan deras. Desa Cirangkong terjadi longsor, yang nyaris menimbun pengendara. Jalan amblas pun terjadi di Desa Bantarsari, hingga menyebabkan terputusnya akses jalan. Sebelumnya, pohon tumbang di Desa Cijambe yang menyebabkan antrean panjag di Jalur Subang-Jalancagak.

Bupati Subang H Ruhimat SPd MSi menegaskan sudah menugaskan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar segera melakukan tindakan dan perbaikan. “Kondisi sudah menghawatrkan tersebut bisa menghambat adanya aktivitas masyarakat di sana. Segera akan diperbaiki, saya akan tugaskan dinas terkait,” katanya.

Kepala Dinas BPBD Kabupaten Subang Hidayat membenarkan adanya kejadian amblasnya median jalan yang menghubungkan kampung Cikadu dan kampung Cidadap di Desa Bantarsari Kecamatan Cijambe. Kejadian tersebut terjadi pada pukul 03.00 WIB dini hari. Amblasnya bentangan jalan tersebut, menjadikan lumpuhnya kendaraan yang melintas. Pihaknya langsung mengunjungi lokasi dengan Dinas PUPR. “Kami membuatkan jembatan darurat dari batang bambu agar kendaraan roda 2 bisa melintas, sedangkan untuk kendaraan roda 4 belum bisa melaluinya,” katanya.

Dijelaskan Hidayat, bentangan jalan yang amblas dikarenakan curah hujan yang tinggi, sehingga air merembes dan kekuatan jalan tersebut tidak sanggup menahan. Akhirnya amblas sepanjang 7 meter dan lebar 5 meter dengan kedalamannya 4 meter. Pembersihan dilakukan dengan menggandeng Dinas PUPR dengan backhoe untuk membersihkan puing-puing yang ada.

Selanjutnya bisa ditindaklanjuti Dinas PUPR untuk perbaikan jalan yang amblas tersebut. Jika dilihat jalan tersebut merupakan askes satu-satunya untuk jalan dari Cimerta ke Bantarsari, sehingga jalur jalan kabupaten tersebut pastinya sangat berdampak.

“Tidak ada korban jiwa, namun itu jalan yang vital. Maka dari itu nantinya pihak Dinas PUPR yang akan menindaklanjutinya,” terangnya.

BACA JUGA:  Akses Jalan Ditutup, Warga Desa Karangligar Protes

Selain kejadian amblas, Hidayat menambahkan, terjadi juga tanah longsor di jalur jalan Kampung Lempar Desa Cirangkong. Peristiwa terjadi pada tanggal 6 Februari 2018 pada pukul 16.00 WIB. Longsor disebabkan tidak adanya saluran limpas air untuk drainase. Pihaknya meminta kepada Dinas PUPR untuk mengeruk dan membersihkan tanah tersebut. BPBD juga memberikan 250 karung untuk nantinya diisi dengan tanah untuk dijadikan bantalan pinggiran tanah. “Dikeruk dan dibuat bantalan dari 250 karung yang kami berikan, agar nantinya ketika hujan deras lagi tidak tergerus air deras, sehingga terjadi longsor lagi,” ungkapnya.

Kasi Kedaruratan Bencana BPBD Kabupaten Subang Darmono mengatakan, kejadian jalan amblas yang terjadi di Kampung Cikadu RT 12 RW 03 Desa Cikadu, merupakan jalan vital bagi masyarakat yang ada di sana. Jembatan darurat dari bambu bitung setidaknya bisa sedikit melancarakan perjalanan masyarakat yang menggunakan motor. “Kami buat secara kedaruratan dulu, setelah nantinya bisa dilakukan perbaikan permanen oleh dinas terkait,” tambahnya.

Warga sekitar Tommi (38) mengatakan, kejadian amblas menjadi permasalahan serius bagi pengendara dan masyarakat, yang hendak ke Subang melalui Cimerta bisa tersendat. Tiap harinya banyak anak sekolah, dan juga pekerja yang mengunakan jalan tersebut. “Ini menjadi kendala serius, tolong Bupati Subang segera benahi, ini sangat darurat,” harapnya.(ygo/vry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here