Beranda Headline Menyambut Potensi Wisata Mangrove Gegara Menyan (2 Habis)

Menyambut Potensi Wisata Mangrove Gegara Menyan (2 Habis)

30
0
SEMANGAT MEMBANGUN: Kepala Desa bersama pengurus BUMDes Anggasari siap mengembangkan potensi wisata Gegara Menyan untuk meningkatkan perekonomian. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

Sebagian Keuntungan BUMDes untuk Rakyat Tidak Mampu

Setelah mendengar sedikit pembentukan wisata Gegara Menyan di Desa Anggasari, Pasundan Ekspres juga akan menggambarkan sekilas potensi Wisata Gegara Menyan, yang siap muncul menjadi destinasi wisata baru di Pantura.

LAPORAN: YOGI MIFTAHUL FAHMI, Subang

Yang menarik di Gegara Menyan, Ketua BUMDes Arjuna Desa Anggasari, Samsul Ernawan alias Pak Eeng mengatakan, adanya pulau seluas 2 hektare. Kemudian, keberadaan tanah timbul berupa pasir di sebelah timur pulau yang memanjang dan diperkirakan luasnya hampir 2 hektare.

“Jadi nanti selain outbond, sepeda air, kita akan sambungkan jembatan ke tanah timbul, akan jadi lebih bagus. Jadi wisata bahari satu-satunya kayanya di Subang, mudah-mudahan akan lebih maju,” ucap Eeng.

Eeng mengatakan, ia bersama pengurus BUMDes telah merancang anggaran yang akan digunakan untuk pembangunan wisata ini dan menelan seitar Rp 330 Juta.

“Kita sudah hitung sudah dikalkulasi dan Insyaallah ini bisa dipertanggungjawabkan, kami catat semua. Itu biayanya dari mana dari penyetoran modal ke BUMDes oleh Pemerintah Desa Anggasari. Kita juga nanti dibantu pengusaha lokal sini yang sama-sama punya visi memajukan Anggasari,” terangnya.

Menurutnya, peran penting pengurus BUMDes yang kompeten dan profesional salah satunya terkait hal ini. “Bisa dibilang kalau lincah mah ya harus lincah, tapi yang positif mencari jejaring,” ungkapnya.

Eeng kembali melanjutkan, saat ini total dana yang terpakai mencapai Rp 110 Juta untuk pembangunan saung dan jembatan. “Sudah habis Rp110 juta. Sebagian dari dana talangan dulu, karena modalnya kan belum ada. Tapi inipun masih ada bambu yang belum dipakai,” ungkapnya.

Meski begitu, saat ini pengurus BUMDes begitu solid dan memiliki visi yang sama, untuk membangun Desa Anggasari melalui wisata Gegara Menyan ini.

BACA JUGA:  Soft Opening de Keraton Bay Dimeriahkan Siti Badriah

“Alhamdulillah ada Pak sekretaris sama bendahara yang mau berkorban dulu mengeluarkan uang untuk bangun ini, jadi nanti tetap diganti kalau sudah ada. Jadi ini bentuk pengorbanan untuk Desa Anggasari biar maju, tidak terbelakang, paling tidak ditingkat kecamatan,” jelasnya.

Menurut Eeng, jika wisata ini jadi, ekonomi masyarakat diharapkan akan dapat meningkat, serta bisa memberdayakan masyarakat lokal untuk ikut terjun di dalamnya. Nantinya, masyarakat bisa terlibat dalam usaha perdagangan, seperti jualan di sana, jasa perahu dan usaha lainnya.

“Nanti akan banyak pedagang di sini, kan ada rumah-rumah apung juga, banyak area wisata jadi banyak perhatian. Simpelnya gini, nanti orang datang ke sini untuk buang uang. Nah, kita siapkan masyarakat untuk ambil bagian di dalamnya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” bebernya.

Dilokasi yang sama, Kepala Desa Anggasari Sukendi membenarkan hal tersebut. Meskipun masih baru dilantik, namun ia sedikit demi sedikit telah diberikan gambaran mengenai wisata ini.

“Anggarannya segitu, nanti kolaborasi itu dari DD sama ADD, tapi nanti juga kita berusaha cari alternatif lain seperti dukungan pengusaha lokal atau ke dinas terkait,” jelas Sukendi.
Senada dengan Eeng, Sukendi pun berharap keberadaan BUMDes dan wisata yang sedang dirintis mampu mengangkat dan memajukan masyarakat.

“Kita harus bisa manfaatkan potensi yang dimiliki, biar ke depanya pengelolaan SDA bisa membuat kita memajukan SDM di desa ini,” ujar Sukendi.

Sukendi memiliki gagasan, dari beberapa persen keuntungan BUMDes akan disalurkan pada rakyatnya yang masuk kategori tidak mampu, yatim piatu serta jompo dan kepentingan pendidikan. Menurutnya, itu akan sangat berguna bagi masyarakat.

“Kita di sini masih lihat orang yang rumahnya tidak layak. Ada juga yatim piatu. Dari keuntungan BUMDes, saya ingin nantinya berapa persen diarahkan ke sana. Kita bantu juga soal pendidikan. Kita siapkan SDM nya, ada anak yang pintar tapi ga mampu, kita bantu lewat BUMDes,” ucap Sukendi.

BACA JUGA:  Menikmati Akhir Pekan di Curug Luhur

Sekretaris BUMDes Arjuna Desa Anggasari Ismail menambahkan, BUMDes akan begerak dalam tiga bidang usaha. Antara lain, perdagangan umum, industri serta pariwisata. Dari ketiganya, usaha itu saling berketerkaitan dan menopang satu sama lain.
“Kita akan siapkan wisatanya, rumah-rumahnya warung-warungnya. Masyarakat bisa berjualan di sini tapi barang daganganya belinya dari kita, kita yang supply. Jadi keuntungan untuk masyarakat juga BUMDes. BUMDes juga untuk masyarakat,” bebernya.

Lalu mengenai status lahan usaha wisata sendiri, Ismail mengatakan, sejauh ini tidak ada masalah. Ia mengaku lahan tersebut merupakan lahan milik Perhutani. Saat ini, telah ada MoU antara Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dengan pihak Perhutani mengenai pemanfaatan area tersebut.
“Ada MoU antara LMDH sama Perhutani, tetapi LMDH tidak punya dana, jadi dihibahkan ke BUMDes, karena yang punya dana itu BUMDes” jelasnya.

Baik Eeng beserta pengurus BUMDes dan Pemerintah Desa Anggasari berharap, pembentukan kawasan wisata ini bisa berjalan dengan lancar. Ia sendiri menargetkan pada bulan Mei 2019 sudah dilakukan launching. “Mei itu kan Puasa, kita launching. Nah, pas lebaran kan sudah mulai bisa dikunjungi nih,” tutupnya.(*/vry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here