Beranda Purwakarta Penguatan Pelayanan Kesehatan Paripurna

Penguatan Pelayanan Kesehatan Paripurna

10
0
AKREDITASI: Petugas Puskesmas Sukatani, saat melayani masyarakat. Puskesmas Sukatani saat ini tengah berbenah membahas program kerja dan persiapan akreditasi. DAYAT ISKANDAR/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Menjelang lomba Puskesmas tingkat nasional, Puskesmas kecamatan Sukatani menggelar loka karya mini triwulan. Loka karya tersebut selain meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, juga sebagai persiapan Puskesmas yang mendapatkan predikat ramah anak tingkat nasional.

Kepala Puskesmas Sukatani, Neni Ruhyawati mengatakan, dengan banyaknya dukungan dari lintas sektor, Puskesmas Sukatani ini menjadi lebih inovatif sehingga Mampu melakukan inovasi-inovasi baru.

“Kita persiapan mengikuti lomba tingkat nasional, juga peningkatan pelayanan kepada publik,” ujar Neni, Sinin (11/2).

Akan tetapi menurut Neni, fokus utamanya yaitu bukan sekedar mengejar nilai akreditasi. Akan tetapi, pola pelayanan kepada masyarakat sebagai tempat layanan kesehatan masyarakat harus terpenuhi.

Selain membangun komitmen pelayanan kesehatan, pihaknya juga membangun sinergitas dengan menggandeng berbagai sektoral.

“Kami tetap berkomitmen kalaupun mendapatkan nilai atau akreditasi itu bukan tujuan, anggap saja hasil kerja keras. Bagaimanapun memberikan pelayanan terbaik dalam menjaga kesehatan dan lingkungan masyarakat ialah komitmen kami, “Ujarnya.

Sementara itu, PLT Dinas Kesehatan Purwakarta, Nurhidayat akan terus mendorong Puskesmas bisa menjadi pusat kebutuhan masyarakat. Sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan paripurna.

Di Kecamatan Sukatani, terdapat Posyandu yang terintegritasi, sehingga unggul di tingkat abupaten dan provinsi.

Dari berbagai macam pelayanan, Puskesmas ini melakukan pelayanan dengan menggunakan TKK (titip kanyaah kolot), yang mana petugas setiap harinya melakukan sosialisasi kesehatan terupdate, terhadap pengunjung sambil menunggu antrian.

Nantinya pengunjung mendapatkan informasi terkini terkait kesehatan dan mendapatkan suatu kadeudeuh yaitu suatu gelas 12 indikator. Di dalamnya terdapat pola hidup sehat masyarakat, dengan adanya 12 indikator tersebut supaya masyarakat itu betul-betul sehat.

“Dan puskesmas ini kedepannya akan melayani tidak hanya untuk orang yang akan berobat, tetapi untuk orang yang sehat dengan melakukan pencegahan, diantaranya program Titip Kanyaah Kolot”, ujar Nurhidayat melalui sambungan teleponnya. (dyt/dan)

BACA JUGA:  Banyak Warga Desa Jalupang Belum Miliki e-KTP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here