Beranda Jabar Korban Banjir Mulai Kekurangan Air Bersih

Korban Banjir Mulai Kekurangan Air Bersih

11
0
KRISIS AIR BERSIH.Petugas BPBD memberikan air bersih kepada warga korban banjir. JABAR EKSPRES

DAYEUHKOLOT–Sudah sepekan lebih banjir di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang tak kunjung surut, sehingga warga pun mulai kekurangan air bersih. Oleh karena itu, Basarnas Kantor SAR Bandung memberikan pelayanan air bersih kepada warga yang terdampak banjir di tiga kecamatan tersebut.

Humas Basarnas, Joshua Banjarnahor mengungkapkan, terkait dengan Banjir di wilayah Bandung Selatan, yakni Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang, pihaknya telah menyiagakan 4 tim untuk memback up wilayah tersebut. “Sejak seminggu terakhir Tim Rescue Kantor SAR Bandung di siagakan untuk menolong warga yang terkena dampak banjir di Kabupaten Bandung. Bilamana ada yang membutuhkan evakuasi, kami akan melakukan pertologan secepatnya,” ungkap Joshua saat di wawancara di Dayeuhkolot, Rabu (10/4).

Selain itu, lanjut Joshua, pihaknya juga telah menyiapkan unit water treatmen yang akan diaktifkan disana, agar bisa memberikan pasokan air bersih layak pakai terhadap warga yang terdampak banjir. “Untuk masyarakat yang kekurangan air bersih, Kantor SAR Bandung menerjunkan Kendaraan Water Treatment untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak banjir,” jelasnya.

Jushua juga menerangkan, hingga saat ini ketinggian air sudah berangsur surut. Ada pun tugas lainnya, Tim memobilisasi kebutuhan para warga dan juga membantu PLN dalam menyalakan gardu gardu listrik di sekitaran baleendah-andir. “Terkait dengan Gardu listrik di Baleendah Hasil koordinasi dengan PLN listrik di sekitaran Baleendah sudah kembali normal,” terangnya.

Dia juga mengimbau, karena banyak nya kecelakaan di air, Kami menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam beraktifitas khususnya di sungai dan pantai.

Sementara itu dilokasi yang berbeda, salah seorang penggiat lingkungan, Fey Sapta memaparkan, banjir yang setiap tahun menggenangi sejumlah kawasan di Kabupaten Bandung. Lantaran banyaknya kawasan yang beralih fungsi dari harusnya lahan hijau menjadi lahan beton hal tersebut dia sampaikan Faysepta penggial lingkungan asal Dayeuhkolot. “Dengan makin maraknya pengalihan lahan, banjir di wilayah Kabupaten Bandung akan terus mengkawatirkan. Buktinya sekarang banjirnya makin parah,” kata Fay.

BACA JUGA:  Tinggi Muka Air (TMA) Kali Cipunagara Meningkat, Mulai Berdampak ke Sawah

Dia mengatakan, Banjir diakibatkan beberapa faktor diantaranya mulai habisnya lahan penyerapan air di dataran tinggi dan di area resapan sudah banyak dibangun perumahan dan pemukiman yang tidak memntingkan serapan air. “Jangan sumbang kami dengan indomi. Tapi sumbang kami biopori,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Fey, dengan memasang minimal tiga lubang biopori disetiap rumah yg berada di kawasan yang tidak terkena banjir didataran tinggi bisa membantu menanggulangi banjir Kabupaten Bandung. Pasalnya biopori Ini salah satu langkah cepat untuk mengatasi banjir. Jadi dia berharap setiap rumah bisa membuat lubang biopori dua hingga tiga lubang. “Saat sebelum pemukiman dan perumahan itu ada, kecepatan air dari Hulu kehilir hanya 20km/jam dan sekarang air itu bisa sampe 120km/jam derasnyaa akibatnya daerah kami banjir besar. Oleh karena itu, pembuatan lubang biopori tidak akan merugikan,” pungkasnya. (je/sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here