Beranda Headline Biarkan MK yang Menghitung, Jokowi Serukan Persatuan

Biarkan MK yang Menghitung, Jokowi Serukan Persatuan

38
0

Tok tok tok! Suara palu sidang diketuk Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman, Selasa (21/5) dini hari. Itu sebagai pertanda penghitungan rekapitulasi nasional sudah selesai dan langsung diumumkan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat.
Waktu menunjukkan sekira 01.46 WIB. Saat Arief mengumumkan hasil keseluruhan. Hadir sejumlah saksi partai poltik, perwakilan dari Tim Kampanye Nasional (TKN) 01, Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02 dan saksi dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang didominasi dari Provinsi Papua.

Hasilnya, pasangan petahana Jokowi-Amin unggul 55,50 persen atau mendapatkan suara 85.607.362 suara. Sedangkan pasangan Prabowo-Sandi mendapatkan 44,50 persen atau 68.650.239 suara. Selain membacakan hasil pemilihan presiden, KPU juga mengumumkan hasil perolah suara partai.

Arief mengatakan, setelah pengumuman tersebut, masih ada waktu tiga hari jika ada peserta pemilu yang keberatan dan ingin mengajukan peradilan ke Mahkamah Konstitusi. Jika tidak ada gugatan selama tiga hari ke depan, KPU bisa menetapkan presiden dan wakil presiden terpilih.

“Biarkan MK yang menghitung. Karena sudah pagi, biarkan. Waktu tiga harinya MK yang menentukan. Kita tetap menunggu jika ada gugatan sampai dengan putusan MK. Jika sudah diputuskan, baru kita bisa melaksanakan penetapan,” ujar Arief.

Usai mengumumkan hasil rekapitulasi yang dibacakan oleh Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik, para saksi yang ada dipersilakan untuk mendantangani hasil pengumuman tersebut. Dari partai yang hadir, ada sejumlah partai yang tidak menandatangani pengumuman tersebut. PKS, Gerindra, PAN dan Berkarya bergeming dari kursinya. Perwakilan PKS yang hadir mengatakan jika pihaknya tidak ingin menandatangani hasil pengumuman tersebut.

Selain partai, saksi dari TKN dan BPN juga dipersilakan menandatangani. Hanya perwakilan TKN yang berdiri dari kursinya. I Gusti Putu Artha yang mengenakan batik tersenyum lebar. Setelah bangkit, Putu menyalami perwakilan BPN Azis Subekti dan Didik Haryanto. Suasana tampak haru. Ketiganya terlihat bersalaman dan berpelukan.

BACA JUGA:  Tito Utoyo Siap Mengabdi dan Membangun Desa

Saat menandatangani, Putu juga sempat menunjukkan surat yang telah ditandatangani kepada awak media untuk diabadikan fotonya. Beberapa awak media mencoba memanggil agar Putu lebih tinggi mengangkat kertasnya.

Dalam sidang yang berlangsung singkat tersebut, Azis mengatakan, penolakan tandatangan sebagai monument moral bahwa pihaknya tidak pernah menyerah untuk melawan ketidakadilan. Ia juga mengatakan tindakan tersebut sebagai bentuk perlawanan dalam melawan kecurangan dan kesewenang-wenangan.

“Kami, saya Azis Subekti dan Didik Haryanto sebagai saksi dari BPN 02 menyatakan menolak hasil pilpres yang telah diumumkan. Ini sebagai bentuk per;awanan terhadap kebohongan serta tindakan yang mencederai demokrasi,” tegas Azis yang disambut riuh oleh koalisi partainya.

Usai pengumuman, I Gusti Putu Artha mengatakan pihaknya bersyukur terhadap capaian suara yang tinggi dalam Pemilu 2019. TKN mendapatkan sekitar 85 juta suara. Menurutnya, hal tersebut merupakan realitas politik yang terjadi dan akhirnya manusia hanya bisa bersyukur.

“Iya tambahan signifikan terjadi di Balu, Papua dan beberapa tempat lain. Papua saja 3 juta. Artinya begini, kalau hasil realcount lebih tinggi dari quick count, sangat bisa dijelaskan secara teknis. Karena ketika quick count ada sejumlah kabupaten dan provinsi yang belum pencoblosan. Saya kira target sudah pas. Sesuai dengan sekarang dan dari sisi statistic tidak jauh berbeda. Target sangat pas di level margin error. Tidak lebih, tidak kurang,” bebernya.

Di tempat sama, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Abhan memberikan kata penutup. Pihaknya masih berduka atas meninggalnya sejumlah petugas panwas baik tingkat TPS, kelurahan, sampai kabupaten kota. Ia juga berterima kasih kepada petugas yang telah bekerja keras dalam mensukseskan pemilu 2019 sehingga berjalan lancar.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada pahwalan demokrasi yang telah mendahului kita. Terima kasih juga kepada KPU yang telah melaksanakan tugasnya. Semoga ke depan pemilu kita bisa lebih baik,” tuturnya.

BACA JUGA:  Aking Resmi Daftar ke PDIP

Sekira pukul 03.00 WIB, seluruh pengumunan selesai dibacakan. Para saksi yang hadir diminta maju ke depan untuk diberikan salinan hasil dari pengumunan Pemilu 2019. Selanjutnya, berfoto bersama dan bersalaman sebelum meninggalkan ruang rapat utama di Lantai 2 Kantor KPU.

Setelah diumumkan, dan mendapatkan hasil resmi rekapitulasi Pemilihan Umum 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk kembali merajut semangat persatuan.

“Marilah kita bersatu padu membangun bangsa dan Tanah Air tercinta demi kedamaian, demi kesejahteraan generasi kita mendatang, serta generasi anak-cucu kita di masa depan,” kata Presiden Jokowi dalam pidatonya di Kampung Deret, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, kemarin (21/5).

Pidato tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi menyusul pengumuman hasil rekapitulasi akhir oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) terhadap perolehan suara pasangan calon dan wakil presiden pada Pilpres 2019. Dalam rekapitulasi akhir tersebut, jumlah perolehan suara Joko Widodo dan Maruf Amin sebanyak 85.607.362 atau 55,5 persen suara, sementara Prabowo-Sandiaga memperoleh 68.650.239 atau 44,50 persen suara.

Terhadap hasil rekapitulasi itu, Kepala Negara menegaskan sekaligus berharap agar tak ada lagi sekat penghalang persaudaraan di kalangan masyarakat. Presiden Joko Widodo beserta wakilnya di masa pemerintahannya yang kedua, Maruf Amin, berjanji akan mengayomi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali dan mengupayakan keadilan bagi segenap anak bangsa.

“Setelah dilantik di bulan Oktober nanti kami adalah Presiden dan Wakil Presiden seluruh rakyat Indonesia. Kami adalah pemimpin dan pengayom dari 100 persen rakyat Indonesia. Kami akan berjuang keras demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bagi 100 persen rakyat Indonesia,” paparnya.

Pelaksanaan Pemilu 2019 ini dinilai Presiden Jokowi membuktikan kedewasaan yang telah dimiliki bangsa Indonesia dalam menjalankan demokrasi. Hal itu amat disyukuri olehnya sehingga perbedaan-perbedaan yang ada dapat dikelola dengan baik hingga terwujud Pemilu yang aman dan damai.

BACA JUGA:  Tim Pemenangan Pemilu PPP Lakukan Konsolidasi

“Bukti nyatanya adalah kedewasaan kita berdemokrasi, kemampuan kita untuk menyelesaikan Pemilu yang jujur dan adil, serta Pemilu yang penuh dengan perdamaian dan kegembiraan,” tuturnya.

Lebih jauh, Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan rakyat Indonesia kepada dirinya untuk meneruskan pembangunan bangsa. Jokowi menambahkan akan berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga kepercayaan rakyat dengan program-program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Kepercayaan dan amanat rakyat kepada kami tersebut akan kami wujudkan dalam program-program pembangunan yang adil dan merata untuk seluruh golongan dan lapisan masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air Indonesia,” tuturnya.

Tak lupa, Presiden menyampaikan apresiasi tertinggi bagi KPU dan Bawaslu yang berupaya keras mewujudkan Pemilu yang jujur, damai, dan adil di Indonesia, serta kepada seluruh pihak yang turut terlibat di dalamnya.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya atas kinerja penyelenggara dan pengawas Pemilu, KPU dan Bawaslu, tokoh masyarakat, para peserta Pemilu, aparat keamanan, TNI dan Polri, serta semua pihak termasuk para saksi yang telah siang dan malam bekerja dengan tulus demi Pemilu yang adil dan jujur,” ucap Presiden.(khf/fin/rh/vry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here