Beranda Headline Lesbumi Subang Tampilkan Teater Sejarah Berdirinya Nahdlatul Ulama

Lesbumi Subang Tampilkan Teater Sejarah Berdirinya Nahdlatul Ulama

9
0
PERTUNJUKAN TEATER: Salah satu adegan dalam pertunjukan teater berjudul Tongkat Sang Kiyai oleh Lesbumi Subang. INDRAWAN/PASUNDAN EKSPRES

Kisah Tongkat Sang Kiyai Pemberi Petunjuk dan Kekuatan

Pengurus Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Subang, menampilkan pentas seni teater berjudul Tongkat Sang Kiai. Kegiatan tersebut dalam rangka syukuran dari telah diterimanya SK pengesahan pengurus dari PBNU, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang masa khidmat 2018-2023 sekaligus pelantikan dan peringatan Hari Lahir ke-93 NU versi tahun masehi.

LAPORAN: INDRAWAN, Subang

Dipentaskan teater berjudul Tongkat Sang Kiyai ini menurut Ketua Lesbumi, Mirzan Isani, adalah sebagai upaya untuk menyampaikan fakta sejarah berdirinya Nahdatul Ulama (NU).
“Kita ingin menyampaikan fakta sejarah bahwa proses lahirnya jam’iyah NU tidak sembarangan, karena tidak lepas dari sosok ulama khos dan juga waliyullah, yaitu Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari dan Mbah Kholil Bangkalan,” ujar Mirzan Insani yang juga sebagai aktor dari pertunjukan teater Tongkat Sang Kyai.

Menurutnya, skenario teater yang ditampilkan mengikuti kisah berdirinya NU. Yakni ketika Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari meminta arahan dari Mbah Kholil Bangkalan. Beberapa waktu kemudian sang guru akhirnya merestui dengan mengutus santrinya yang bernama As’ad Syamsul Arifin untuk menemui KH Hasyim Asy’ari dan menyampaikan sebilah tongkat dan tasbih.

“Memang ada beberapa faktor yang melatarbelakangi berdirinya NU, tapi sudut yang kami pilih adalah dari sisi barakah dan karamah ulama,” ujar mantan aktifis teater Syahid Ciputat ini.
Kisah ini, kata dia, bisa menjadi penegas bahwa NU merupakan organisasi unik dan juga menarik. Dalam tubuh NU, ada aura yang bisa membawa dampak positif bagi orang yang khidmat dan memperlakukan NU dengan positif. Sebaliknya akan memberikan dampak negatif bagi yang memperlakukan NU dengan negatif.
“Tongkat adalah simbol restu untuk mendirikan NU. Tongkat harus selalu dipegang agar berdiri dan memberi petunjuk juga kekuatan,” ungkapnya.

BACA JUGA:  HPN Harus Jadi Katalisator Ekonomi Umat

Ditambahkannya, pentas ini juga sebagai respon terhadap kondisi saat ini ketika NU diserang dengan berbagai hoaks dan fitnah. Sebab menjadi pembawa tongkat NU sekarang punya tanggung jawab besar dalam menjaga keutuhan NKRI.
“Dengan zikir ‘Ya Qohar Ya Jabar’ Insya Allah semua yang melawan NU akan musnah atas kehendak-Nya,” pungkasnya.(*/vry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here