Beranda Headline PCNU Ajak Masyarakat Tolak People Power

PCNU Ajak Masyarakat Tolak People Power

26
0
TOLAK PEOPLE POWER. Ketua PCNU Kabupaten Purwakarta Drs Bahir Muchlis bersama Sesepuh MUI Purwakarta yang juga Ketua Rois Syuriah NU Purwakarta DR KH Abun Bunyamin MA dalam suatu kesempatan. Keduanya kompak menolak aksi People Power. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

Gelombang penolakan atas aksi People Power terus berdatangan. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Subang dan Purwakarta mengajak masyarakat agar menolak people power. Sebelumnya, ajakan penolakan datang dari Ketua DPRD Subang yang mengajak masyarakat menolak ajakan people power dalam Pemilu 2019.

Ketua PCNU Subang H. Satibi S.Pd

Ketua PCNU Subang H. Satibi S.Pd mengimbau masyarakat jangan mau terprovokasi dan menolak untuk diajak people power dalam tahapan Pemilu 2019 yang masih berjalan. Satibi mengingatkan masyarakat agar menyadari kegiatan pesta demokrasi Pemilu tiap 5 tahun sekali, masih berjalan dan banyak hal yang terjadi di lapangan. Ada yang tidak berkenan dan ada yang menerima, itu adalah dinamika dalam pemilu.
“Itu sering terjadi. Hajat 5 tahun sekali penuh dinamika, pasti ada yang merasa kurang dan juga ada yang merasa sudah pas,” ujarnya.

Satibi berharap masyrakat tetap menahan diri, jangan melakukan ujaran-ujaran yang bisa merusak pesta demokrasi tersebut. Diharapkan menunggu penetapannya pada tanggal 22 Mei 2019. Pihaknya meyakini kepada penyelenggara Pemilu 2019 berjalan dengan baik dan aman. “Kami mengimbau kepada masyarakat agar jangan mau terprovokasi dan jangan mau mendengar adanya hasutan-hasutan dari mana saja,” imbuhnya.

Satibi menegaskan, masyarakat jangan mau terprovokasi untuk pengerahan people power. “Jangan melakukan gerakan-gerakan yang tidak seharusnya terjadi. Pemilu 2019 diharapkan kondusif,” tegasnya.

Satibi mengajak masyarakat Kabupaten Subang untuk berdoa saja dalam menunggu penetapan Pemilu 2019. Apalagi di bulan Ramdhan, mudah-mudahan masyarakat Subang yang mau berangkat untuk people power agar mengurungkan niatnya. “Kami imbau jika ada maysarakat Subang yang mau mengerahkan people power agar mengurungkan niatnya. Lebih baik berdoa di rumah, agar penetapan Pemilu 2019 ini lancar dan Indonesia menjadi lebih baik,” tandasnya.

BACA JUGA:  Rektor Unsub: Masyarakat Jangan Terprovokasi Gerakan People Power

Hal serupa juga diungkapkan, PCNU Kabupaten Purwakarta yang menolak aksi pengerahan massa tersebut. Hal ini seperti yang disampaikan Ketua PCNU Kabupaten Purwakarta Drs Bahir Muchlis melalui siaran persnya yang diterima Pasundan Ekspres, Rabu (15/5).

“Kami mengajak kepada seluruh warga Nahdiyin dan seluruh masyarakat Purwakarta, bahwa setelah kita menyalurkan hak suara pada Pileg dan Pilpres, maka untuk hasilnya kita harus bersabar,” ujarnya.

Yakni, sambungnya, menunggu hasil real count dari Komisi Pemilihan Umun (KPU). “Karena itu, PCNU menolak ajakan People Power,” kata Bahir.

Senada diungkapkan Rois Syuriah NU Purwakarta DR KH Abun Bunyamin MA. “Secara demokratis People Power adalah hak masyarakat. Namun, sebaiknya tidak perlu dilakukan,” ujar Sesepuh MUI Purwakarta ini.

Dijelaskannya, ada tiga hal yang menjadi pertimbangan. “Pertama, kita percayakan hasil perhitungan suara kepada KPU sebagai lembaga resmi pemerintah,” kata KH Abun.
Kedua, sambungnya, demi menjaga kesucian dan kekhusyukan ibadah di Bulan Ramadan. “Mari kita menahan hawa nafsu, jaga kekondusifan dan ketenteraman di masyarakat,” ujarnya.

Ada pun yang ketiga, kata dia, ekses atau dampak negatif yang terjadi bila People Power terlaksana. “Secara matematis pengerahan massa akan berpotensi chaos, bahkan hingga jatuhnya korban,” kata KH Abun.

Lebih dari itu, kyai kharismatik yang juga menjabat Wakil Ketua Rois Syuriah PWNU Jawa Barat ini menegaskan, aksi People Power bahkan berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, serta citra Indonesia bisa tercoreng.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kesucian Bulan Ramadan. Kita serahkan kepada Allah Swt dengan menunggu hasil perhitungan KPU. Insya Allah semuanya bisa aman, damai, dan kondusif,” ucapnya.(ygo/add/vry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here