Beranda Opini Belajar Mencinta

Belajar Mencinta

19
0

Oleh : Dr. H. Srie Muldrianto MPd 

Guru SMA Lazuardi Ideal GCS Purwakarta

Kisah Yusuf A.S dan Zulaeha dapat menginspirasi kita tentang pentingnya cinta dalam kehidupan keseharian kita. Al kisah Yusuf A.S dibuang oleh saudara-saudaranya ke sebuah hutan yang kemudian ditemukan oleh suatu kaum.

Kemudian Yusuf diambil oleh pembesar kerajaan, mungkin sekarang wilayah tersebut adalah Mesir. Yusuf A.S tinggal disebuah keluarga pembesar kerajaan yang beristrikan seorang wanita cantik bernama Zulaeha.

Pada suatu hari Zulaeha sangat ingin menggoda Yusuf, tapi kemudian Suami Zulaeha memergoki kejadian tersebut. Zulaeha menuduh Yusuf melakukan itu pada dirinya, kemudian Amir meminta saran pada ahli hukum agar dapat mengadili kejadian tersebut. Ternyata terbukti bahwa Zulaeha lah yang memulai duluan.

Kabar tentang perlakuan Zulaeha terhadap Yusuf A.S tersebar ke lingkungan istana hingga Zulaeha merasa terpojok dan tidak merasa nyaman. Kemudian Zulaeha bersiasat untuk memberi pemahaman dan pengertian agar orang lain mengerti dan memahami mengapa terjadi?

Al kisah diundanglah istri para pembesar kerajaan ke istana. Kemudian para istri pembesar tersebut duduk di suatu ruangan dan diberi mungkin sejenis apel dan sebuah pisau. Tatkala mereka memegang buah apel kemudian dipanggilah Yusuf A.S yang kemudian melewati para istri pejabat tersebut.

Apa yang terjadi? Ketika Yusuf melewati arena tersebut kemudian para istri pembesar mengupas kulit buah dan saking asiknya melihat ketampanan Yusuf A.S tak terasa tangan para istri pembesar kerajaan teriris dan terluka. Mereka tersadar beberapa saat setelah Yusuf A.S hilang dari pandangan mereka.

Dari kisah tersebut dapat diambil beberapa hikmah yaitu (1). Betapa kuatnya cinta dan rasa senang hingga dapat melawan kepedihan dan penderitaan. Orang yang sedang dimabuk cinta lupa akan ketakutan, penderitaan dan akan selalu siap menghadapi tantangan sebesar apapun tantangan tersebut, (2). Cinta itu memiliki sebab dan akibat sebagaimana cinta Zulaeha kepada ketampanan Yusuf.

Tapi mengapa Yusuf tidak membalas cinta Zulaeha, karena keindahan menurut setiap orang bergradasi, Bagi Yusuf yang menciptakan keindahan pasti lebih indah, Dialah sang Pencipta. Dari kedua hikmah tersebut dapat kita simpulkan betapa pentingnya cinta dalam kehidupan. Ia adalah kekuatan yang dapat menyampaikan manusia pada kesempurnaan dengan cara yang menyenangkan dan penuh gairah.

Cinta dan Pendidikan

Hal yang terpenting dalam pendidikan adalah belajar, sedangkan hal yang terpenting dari belajar adalah terjadinya interaksi antara subyek dan obyek belajar hingga terjadi perubahan, baik dalam pemikiran, sikap dan perilaku, atau dalam keterampilan.
Cinta dapat dijadikan sebagai materi interaksi belajar. Cinta adalah pelajaran terpenting dalam pendidikan. Bahkan dengan cinta apapun dapat dihadapi dengan mudah, menyenangkan, dan dilakukan dengan penuh kesadaran.

Belajar tidak hanya melulu berfikir, belajar juga meliputi rasa sebagaimana yang dikatakan Bloom bahwa manusia terdiri dari tiga ranah potensi yaitu cognitive, afective, dan psikomotorik. Begitupun dengan cinta ia meliputi ketiga ranah tersebut, ia mengandung cognitive juga afektif, sedangkan tanda-tandanya dapat dilihat dari psikomotoriknya.

Ada ungkapan Dalai Lama yang terkenal yaitu “Jagalah pikiran! Karena pikiran akan menjadi perkataan, Jagalah perkataan! karena perkataan akan menjadi perbuatan, dan jagalah perbuatan karena perbuatan akan menjadi kebiasaan, Jagalah kebiasaan! karena kebiasaan akan menentukan kehidupan kita”.

Cinta dapat dipikirkan dan dapat didefinisikan namun yang terpenting adalah cinta lebih merupakan perasaan dan gejolak jiwa yang membangkitkan, memberikan semangat dan kebahagiaan kepada manusia. Bagaimana membelajarkan cinta?

Ada peribahasa yang berkembang di Barat yaitu “Appetite come while eating” (Selera makan timbul ketika makan), peribahasa tersebut hampir mirip dengan peribahasa Jawa “Witing tresno jalaran soko kulino” (Cinta tumbuh karena biasa).

Dari dua peribahasa tersebut dapat kita pahami bahwa cinta itu dapat dibelajarkan lewat pembiasaan. Bagi orang tertentu untuk makan menunggu selera, padahal ternyata selera dapat diraih dengan memulainya untuk dibiasakan. Karena biasa dapat menimbulkan rasa senang dan membahagiakan.

Dari kisah Zulaeha dapat diambil pelajaran bahwa untuk mencinta perlu diketahui sebabnya, yaitu keindahan. Keindahan dapat diartikan kesesuaian antara partikular dengan universal oleh karena itu anggaplah sesuatu itu indah agar hidup menjadi berkah. Mungkin juga dapat dikatakan bahwa keindahan adalah keseimbangan. Cinta dapat hadir karena keindahan dan melalui proses pembiasaan.

Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa belajar cinta dapat dilakukan dengan: (1). pemikiran tentang apa itu cinta dan urgensi cinta bagi kehidupan. (2). Cinta dapat dibelajarkan lewat pembiasaan. (3). Cinta dapat diraih melalui sebab cinta yaitu keindahan.

Belajar mencinta dapat dilakukan dengan menggambarkan keindahan tentang tujuan yang akan kita raih. Kalo ingin jadi ilmuan gambarkanlah kenikmatan menjadi ilmuan, ingin jadi dokter gambarkanlah bahwa menjadi dokter adalah keindahan dan lain sebagainya.

Membelajarkan cinta dalam pendidikan sangat penting karena dengan cinta, peserta didik akan mencari sendiri dan melawan rintangan dan penderitaan serta bertanggungjawab terhadap apa yang akan dia lakukan dengan penuh kesadaran, semangat dan keceriaan. Cinta adalah kekuatan dalam menghadapi berbagai penderitaan kehidupan. Cinta harus tumbuh dan berkembang dalam diri kita! siapapun kita. Marilah hidup dengan cinta!. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here