Beranda Headline Pelayanan RSUD Kembali Dikeluhkan

Pelayanan RSUD Kembali Dikeluhkan

85
0
KUNJUNGAN KERJA: Bupati Subang H Ruhimat meninjau lokasi tanah pemda yang masuk radar pembangunan RSUD di Pantura. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

Pamanukan dan Sukasari Masuk Opsi Rencana Pembangunan

SUBANG-Keluarga pasien mengeluhkan pelayanan RSUD Kelas B Subang. Disamping dokternya yang sering terlambat datang, pelayanan RSUD Kelas B Subang kurang cepat penanganannya. Desakan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Subang untuk membangun RSUD baru terus mencuat.

Keluarga Pasien Rohati Warga Binong mengeluhkan tenaga dokter yang sering terlambat datang, sehingga harus menunggu lama untuk pemeriksaan terhadap anaknya. Padahal, kondisi anaknya yang harus cepat ditangani dokter yang ada di RSUD Kelas B Subang. “Saya akhirnya ke klinik saja, lama nunggu dokter di sana,” ujarnya.

Rohati mengatakan, pelayanan yang kurang baik tersebut juga pernah dikeluhkan temannya, yang seolah-olah menganaktirikan pasien BPJS Kesehatan. Seperti perlakukannya berbeda dengan pasien umum lainnya. “Pernah temen saya ngomong gitu, perlakuannya berbeda padahal pasien BPJS sama dengan pasien umum,” katanya.

Keluarga pasien lainnya, Tardi Warga Jalancagak mengatakan, dirinya pernah mengunjungi RSUD Kelas B Subang untuk mengobati anaknya yang sakit tifus. Tardi menilai, pelayanan di RSUD Kelas B Subang sangat lambat, bahkan membiarkan pasien berlama-lama menunggu tenaga kesehatan yang datang. “Ini sangat disayangkan, karena berkaitan dengan kesehatan manusia. Seharusnya jangan seperti ini,” katanya.

Dijelaskan Tardi, Pemda Subang seharusnya mengontrol pelayanan di RSUD Kelas B Subang. Jika perlu Bupati Subang membangun RSUD yang baru, dikarenakan untuk di RSUD Kelas B Subang sangat penuh perharinya kunjungan pasien. Tardi menambahkan, sepertinya manajemen dan juga Direktur RSUD Kelas B Subang harus dilakukan pergantian atau perubahan untuk perbaikan.

“Jika bisa Pemda Subang bikin RSUD yang baru. Bila perlu, ganti saja tingkat manajement dan juga direkturnya, agar tidak terjadi budaya seperti ini,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Kelas B Subang masih belum bisa memberikan komentarnya terkait keluhan dari pasien dan keluarganya.

BACA JUGA:  RSUD Lega, BPJS Sudah Bayar Tunggakan Rp9,5 M

Setelah Pamanukan, Rencana pembangunan Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) terus berkembang. Kini Kecamatan Sukasari menjadi lokasi selanjutnya lokasi yang potensial berdirinya RSUD di Pantura. Hal itu diketahui saat Bupati Subang H. Ruhimat beserta rombongan pejabat melaksanakan kunjungan kerja ke Kecamatan Sukasari.

Saat tiba dilokasi Kantor Kecamatan Sukasari, H. Ruhimat baru mengetahui bahwa, dilokasi pembangunan Kantor Kecamatan Sukasari masih tersedia lahan kosong. Sebab diarea tersebut luas lahan nya mencapai 7 hektare di Jalan Raya Pantura Desa Sukasari, Sebelah Barat SPBU Sukasari.

“Saya baru tahu kalau disini ada tanah Pemda, cukup luas juga 7 hektare,” kata H. Ruhimat.

Sebenarnya, kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka meninjau lokasi Kantor Kecamatan Sukasari yang urung rampung serta lokasi rencana pembangunan Puskesmas Batangsari yang lokasinya masih dalam satu komplek tersebut.

Setelah melihat-lihat lokasi dan berdiskusi dengan Camat Sukasari Heri Hermansyah, Asda I, Kadispemdes, Kepala Bapenda, Kepala Puskesmas Batangsari, Ruhimat menyampaikan bahwa lokasi ini sangat potensial untuk jadi lokasi RSUD di Pantura.

“Sekarang saya tahu ternyata ada aset pemda yang luasnya cukup memadai untuk dibangun Rumah Sakit,” ucapnya pada Pasundan Ekspres.

Potensi untuk membangun rumah sakit di Sukasari sendiri selain lahan yang representatif dan strategis juga dipengruhi adanya pembangunan Puskesmas batangsari pada Tahun 2019 ini utara Kantor Kecamatan Sukasari. “Bisa juga untuk pengembangan kedepanya jadi RSUD,” jelasnya.

Ia juga tidak menampik bahwa, lokasi Pamanukan sebelumnya juga disebut akan menjadi lokasi pembangunan RSUD. Ruhimat juga menyebut Pamanukan juga menjadi lokasi yang dipertimbangkan.

“Nampaknya ini kan masij kajian, kajian pun masih penganggaran belum pelaksanaan. Saya cenderung lebih condong ke sini ya karena kalau disini tengah-tengah, dari Pusakajaya, Pusakanagara, Pamanukan maupun dari Pabuaran, Patokbeusi, Blanakan juga Ciasem bisa kesini. Jadi tengah-tengah lokasinya” bebernya.

BACA JUGA:  Pemkab Kaji Rencana RSUD di Pantura, Anggaran Ditaksir 500 Milyar

Meski demikian, Ruhimat menuturkan rencana pembangunan RSUD ini akan dikaji lebih dalam. Ia juga memohon doa dan dukungan agar Rumah sakit di Pantura segera terwujud.

Sementara itu, Camat Sukasari Drs. Heri Hermansyah mengatakan, lahan tempat berdirinya Kecamatan Kantor Kecamatan Sukasari yang sedang dibangun totalnya mencapai 7 hektare. Dilokasi tersebut juga saat ini telah berdiri Kantor UPTD Pendidikan Sukasari serta BPP Kec. Sukasari.

“Ini tanah Pemda totalnya 7 hektare disini semua, dari Dinas Pertanian kalau tidak salah ini tuh, nah di belakang kecamatan akan dibangun Puskesmas,” jelasnya.

Sebelumnya, rencana pembangunan Rumah Sakit di Pantura, penentuan lokasinya masih dalam tahap kajian Pemkab Subang. Camat Pamanukan Drs Muhamad Rudi MM menyebutkan ada tiga lokasi yang telah siap.

“Ada tiga lokasi sebetulnya, pertama bekas terminal Pamanukan samping Pasar, tanah pemda di Desa Pamanukan belakang Pertigaan Panorama sama di Rancahilir, sudah ada tanah pemda jadi tidak perlu lagi pembebasan lahan” kata Camat M. Rudi.
Menurut Rudi, tiga lokasi tersebut merupakan tanah milik pemda dengan rincian luas bekas terminal 1 hektare, tanah pemda di Desa Pamanukan 3 hektare serta di Desa Rancahilir 3 hektare.

“Saat ini masih kajian, tapi kalau melihat potensi kalau yang bekas terminal itu sudah enak tinggal membangun saja, akses jalan juga bagus. Kalau di Utara Jalur Pantura belakang Pos Polisi Panorama juga bisa di sana ada 3 hektare,” jelas Rudi.

Namun untuk di Desa Rancahilir sendiri tanah Pemda tersebut diwacanakan akan digunakan untuk pembuatan embung. Namun sejauh ini belum ada informasi lebih jauh sebab dari Pemerintah Kabupaten Subang pun kata Rudi, masih melakukan kajian.

Seperti kata Wakil Bupati Subang, Rudi juga menyampaikan dri yang ia ketahui status Rumah Sakit tersebut adalah RSUD.
“Kalau di bekas terminal untuk Kelas C sudah bisa, atau mau Kelas B juga bisa paling nanti dibuat tingkat, pun dengan di dua lokasi lainnya. Ya kita tunggu hasil kajiannya saja” imbuhnya.(ygo/ygi/vry)

BACA JUGA:  Rp9 Miliar untuk Kunker DPRD, Setwan Dapat Anggaran Tambahan Rp12 Miliar

Kajian Lokasi RSUD di Pantura Status Tanah Pemda

Kecamatan Pamanukan
1. Bekas Terminal Pamanukan samping Pasar 1 Hektare
2. Desa Pamanukan (Belakang Pertigaan Panorama 3 Hektar
3. Desa Rancahilir (Sebelumnya Diwacanakan Pembuatan Embung) 3 Hektare

Kecamatan Sukasari
Area Pembangunan Kantor Kecamatan yang dialokasikan 7 Hektare

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here