Beranda Headline Bupati Apresiasi Energi Terbarukan di Desa Ponggang

Bupati Apresiasi Energi Terbarukan di Desa Ponggang

29
0
DISKUSI: Bupati Subang H Ruhimat berdiskusi bersama dosen dan mahasiswa Universitas Atma Jaya dan National University of Singapore, terkait pilot project biogas di Desa Ponggang. VERRY KUSWANDI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Bertempat di RT 1 RW 1 Desa Ponggang Kecamatan Serangpanjang, Bupati Subang H. Ruhimat, S.Pd., M.Si., menghadiri sosialisasi pilot project biogas dari Universitas Katolik Atma Jaya, yang bekerja sama dengan National University of Singapore (NUS), Minggu (7/7). Pada kesempatan tersebut, Bupati Subang mengapresiasi praktik Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Atma Jaya dan NUS sebagai pionir agen perubahan di masyarakat tentang energi terbarukan biogas.

Kepala Desa Ponggang Asep Suryana mengatakan, mahasiswa Atma Jaya yang bekerja sama dengan NUS melaksanakan KKN di Desa Ponggang dan menunjuk tiga titik utnuk dijadikan pilot project biogas. Antara lain, Kampung Cibitung, Cigadog dan Kampung Ponggang, dengan harapan ke depan bisa menjadikan sumber energi terbarukan. “Kita sering mengalami yang namanya kelangkaan gas. Dengan adanya kegiatan ini, Insya Allah nantinya yang asalnya masalah, menjadi berkah. Seperti kotoran ternak bisa diimplementasikan digunakan menjadi gas yang bermanfaat. Apalagi ternak di wilayah cibitung itu banyak,” kata Asep yang biasa disapa Asep Khoer.

Biogas, Asep Khoer menuturkan, bekas gasnya itu kotoran hewannya bisa dimanfaatkan menjadi pupuk. “Ke depannya, Atma Jaya akan tetap sinergi dengan Pemerintahan Kabupaten Subang, khusus dengan Desa Ponggang melalui dengan pak Camat Serangpanjang, akan lebih besar untuk kegiatan biogas di desa Kecamatan Serangpanjang,” kata Asep yang diamini Camat Serangpanjang Heri Sopandi.

Sementara itu, Bupati Subang H Ruhimat, S.Pd., M.Si., mengucapkan terima kasih kepada Unviversitas Atma Jaya dan NUS terkait dalam rangka pembinaan untuk pengembangan para peternak supaya multifungsi. Terima kasih tentunya kepada mahasiswa yang siap membimbing masyarakat, untuk sekalipun itu kotoran sapi untuk bisa dimanfaatkan.

“Pada umumnya di sini peternak. Tentunya yang biasanya kurang manfaat, tapi dengan dibimbing oleh pihak Atma Jaya dan NUS mudah-mudahan masyarakat di sini tidak perlu lagi untuk membeli gas LPG,” katanya.

BACA JUGA:  Suara Buruh Pengaruhi Partisipasi Pemilih

Sebagai kepala daerah di Kabupaten Subang, H Ruhimat berharap, mudah-mudahan dengan Atma Jaya dan NUS bisa memperlebar kerjasamanya di bidang lain dan bukan di kampung Desa Ponggang saja. “Saya berharap KKN bisa berlangsung daerah lain. Saya ucapkan terima kasih kepada Atma Jaya dan NUS, semoga kerjasamanya mampu meningkatkan SDM masyarakat, yang mengarah kepada Jawara Daya,” harapnya.
Sedangkan Dosen Fakultas Tehnik Universitas Katolik Atma Jaya, Enny Widawati mengatakan, pihaknya merasa bangga bisa memberikan sesuatu untu daerah yang di mana, mahasiswanya bisa mengimplementasikan karya ilmiah di Perguruan Tinggi.

Pihaknya berupaya menjadi agen pembentukan karakter, dengan bergaul bersama masyarakat di daerah Desa Ponggang. Hal tersebut membuat mahasiswa semakin gigih untuk berjuang untuk masa depannya dan semakin tahu menjadi pemimpin seperti apa. “Seorang pemimpin yang peduli kepada masyarakat. Saya sangat berterima kasih kepada Bupati Subang yang telah memberikan kesempatan kepada Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Kami sebagai pendidik khususnya, sangat berterima kasih juga sudah boleh mempunyai proses-proses kehidupan bersama warga di Desa Ponggang,” katanya.(vry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here