Beranda Bisnis Bersama “Roberto & Crvzerbhana”, Dhian Malik Berbagi Kiat Kewirausahaan di Polman Astra...

Bersama “Roberto & Crvzerbhana”, Dhian Malik Berbagi Kiat Kewirausahaan di Polman Astra dan Universitas Trisakti

54
0

JAKARTA-Penulis buku “How to Start Your B2B Business?” – Mapping and Basic Selling Skills sekaligus penicpta karakter kartun “Roberto Dinamika” dan “Dargoramir Crvzerbhana” menjadi narasumber dalam Seminar Kewirausahaan yang diselenggarakan di Politeknik Manufaktur Astra (Polman Astra) Jakarta, Selasa (30/07) dan di Universitas Trisakti Jakarta, Rabu (31/07).

Di depan ratusan mahasiswa-mahasiswi yang hadir, Dhian Malik menghadirkan Roberto dan Crvzerbhana pada slide presentasinya. “Kedua karakter kartun tersebut dimunculkan supaya materi kewirausahaan yang saya sampaikan terasa ringan dan berwarna bagi para mahasiswa,” jelas Dhian.

“Roberto Dinamika merupakan personifikasi dari perjalanan hidup, pencarian dalam hidup, perjuangan hidup sedangkan Dargoramir Crvzerbhana adalah personifikasi dari kerasnya hidup, gelap dan sinisnya hidup. Kewirausahaan bukan hal mudah, tapi selama kita fokus pada solusi, insya Allah akan selalu ada jalan keluar,” tambah Dhian.

Bertempat di Gedung A lantai 8 Kampus Polman Astra, Dhian Malik juga menyampaikan kiat-kiat khusus bagi mahasiswa dalam menghadapi empat fase, yaitu Fase Pencarian Kerja, Fase Bekerja, Fase Memulai Usaha, Fase Ekspansi Usaha.  Pada Fase Pencarian Kerja, diberikan pemahaman mengenai tujuan interview, bagaimana sikap saat interview, dan kiat-kiat sukses menghadapi interview. Pada Fase Bekerja, Dhian Malik berharap alumni Polman Astra menjadi pekerja yang bervisi entrepreneur.

Pada fase ini, mereka bisa mempelajari tentang struktur organisasi, hal-hal lain diluar divisi mereka seperti keuangan dan pajak, selain menabung untuk mengumpulkan modal usaha. Pada Fase Memulai Usaha, trik memulai secara asimetris diberikan, dilengkapi dengan praktek pemetaan (mapping). Asimetris disini berarti memulai usaha dengan modal kecil dengan potensi omzet besar. Kemudian pada Fase Ekspansi Usaha, jurus-jurus memperbesar usaha termasuk bagaimana mempertahankan karyawan bintang tetap semangat dan betah, diberikan. Jurus-jurus ini ada yang Dhian Malik namakan sebagai “Jurus Berbagi” dan “Jurus Cecak Menelan Tugu Monas”.

Dhian Malik berharap lulusan Polman Astra bisa lebih cepat lagi menjadi pengusaha, tak perlu menunggu 10 tahun seperti yang ia alami. “Harapan saya, mahasiswa yang tidak berasal dari nasab keluarga kaya raya, tetap berpeluang mengangkat derajat diri dan keluarganya dengan sungguh-sungguh berwirausaha. Dalam berwirausaha, selama ia pandai membaca peluang, menangkap peluang, melipatgandakan peluang, kesuksesan akan menghampirinya,” pungkas Dhian Malik.

Hari berikutnya, bertempat di Gedung M Lantai 12 Kampus Universitas Trisakti Jakarta, selama 4 jam membahas 4 Fase tersebut diatas sekaligus membongkar mindset mahasiswa mengenai entrepreneurship dan uang. Menurut dia, selama seseorang menganggap uang adalah akar dari kejahatan, maka uang takkan pernah mendekat pada usahanya. Padahal uang hanyalah alat untuk mencapai tujuan.

“Semakin banyak uang, semakin banyak kesempatan untuk beramal. Berlebihan mencintai uang adalah akar kejahatan. Mencintai uang lebih dari mencintai keluarga, mencintai uang lebih dari mencintai Tuhan, itu adalah mindset yang perlu diluruskan,” jelas Dhian Malik.(rls)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here