Beranda Opini LISTRIK MATI! (Refleksi Kehidupan)

[OPINI] LISTRIK MATI! (Refleksi Kehidupan)

81
0

Oleh : Feri Rustandi, S.Pd, M.M
(Pemerhati Pendidika dan Sosial)

Di siang hari tepatnya pukul 11.47 WIB listrik mendadak mati, peristiwa langka yang mana durasi waktu untuk kembali normal memerlukan lebih dari 5 jam terutama untuk wilayah jawa barat, menurut PLN yang dikutip dari cnnindonesia.com 4 agustus mengungkapkan bahwa listrik padam ini terjadi karena gangguan pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV.

Hal ini mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan.Bahkan orang nomor satu di negara ini langsung bereaksi menegur direksi PT PLN Persero terkait pemadaman listrik di Jabodetabek dan sebagian besar wilayah Pulau Jawa pada Minggu (4/8/2019). Sebagaimana berita yang dikutip dari kompas.com tanggal 4 Agustus 2019 bahwa Jokowi memberikan teguran
“Saya tahu ini tidak hanya bisa merusak reputasi PLN namun, banyak hal di luar PLN terutama konsumen sangat dirugikan,” kata Jokowi.

Bisa dibayangkan berapa total kerugian negara dan para pelaku bisnis terutama masyarakat sebagai konsumen dari akibat tersebut, Ini bisa jadi evaluasi bersama bahwa hal-hal yang private harus menjadi perhatian bersama dan jadi bahan evaluasi kedepannya.

Terlepas apakah ini kesalahan atau kelalain manusia dalam manajerial di tubuh PLN atau faktor alamiah yang wajar terjadi, pada intinya manusia sangat tergantung dan memerlukan enegri listrik, kita bisa tahu bagaimana pada saat listrik mati banyak yang terganggu dan dirugikan dimana layanan-layanan yang meggunakan elekstronik lumpuh, MRT pada berhenti mendadak, pertokoan,perkantoran, perbankan dan banyak lagi kejadian- kejadian yang merupakan dampak dari matinya listrik.

Secara tidak langsung ini mengingatkan bahwa sebagian manusia cenedrung tidak terbiasa melakukan tindakan preventif lebih detil dan kurang bagus dalam mengelola dan menyikapi sebuah ujian dan cobaan, bayangkan ini hanya ujian dunia saja yang mana bisa saja di lakukan dengan barang subtitusi (pengganti), coba kalau matahari berhenti bersinar, bulan tidak mengeluarkan cahaya, tata surya bergerak tidak sesuai porosnya.

Hal ini jauh lebih dahsyat harus lebih kita siapkan, karena kehidupan dunia ini hanya sementara. Hikmah yang dapat di ambil bahwa manusia harus betul-betul mengurus bumi ini dengan sebaik-baiknya

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Ar-rum Ayat 41

Energi listrik adalah merupakan sumber daya yang tergolong tidak dapat diperbaharui sehingga sangat langka keberadaanya oleh karena itu manusia harus bijak dan hemat dalam menggunakannya, tidak boros dan tidak semena-mena, di luar negeri ada menteri urusan listrik mundur dari jabatan gara-gara listrik padam berkepanjangan, sebut saja Choi Joong-kyung menteri Korea Selatan, Karim Waheed menteri Irak, Lee Chih-kung menteri Taiwan, Taner Yldz menteri Turki.

Ini merupakan bentuk pertanggungjawaban moral mereka sebagai orang yang diberi amanah, disisi lain bahwa kebutuhan listrik merupakan kebutuhan vital dan primer bagi masyarakat, mereka sadar bahwa masalah yang terjadi tidak dapat dipungkiri adalah ada andil dari segi manajerial dan faktor kelalaian manusia

Bersabar, Bersyukur dan Berbekal Takwa
Manusia lautan salah dan setiap ujian pasti akan selalu menghampiri setiap keturunan adam tinggal bagaimana kita mensikapinya dengan baik.Sabar adalah kunci agar kita tetap berada di jalan yang Allah tetapkan, setiap ada ujian kita harus yakin bahwa Allah juga sudah menyiapkan sepaket dengan solusinya

Sungguh Kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, kelaparan serta kekurangan harta benda, jiwa, dan buah-buahan. Maka berikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar (QS. Al Baqoroh : 155)

Bersyukur adalah sifat baik yang harus dimiliki manusia karena dengan tumbuh rasa bersykur kita bisa memanfaatkan segala rejeki yang Allah berikan, mendahulukan kebutuhan yang prioritas, dalam hal pemanfaatan listrik kita bisa lebih hemat, bijak sesuai keperluannya.

Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah. (Al-Baqoroh :172)

Bertakwa adalah bekal kita menuju kehidupan yang sebenarnya karena hidup di dunia hanya tempat persinggahan sementara yang mana bekal yang terbaik adalah bertakwa dengan cara menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi dari apa yang di larang-Nya.

Menyiapkan segala keperluan untuk kehidupakan yang akan datang dengan istilah nanti kita bagaiaman bukan bagaimana nanti?
Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka (At-Thalaq/65 : 2-3).

Semoga setiap kejadian kita selalu berkhusnudzon kepada Allah dan sesama makhluk selalu saling mengevaluasi dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here