Beranda Headline Penerima Kompensasi Terdampak Minyak Pertamina Didata Tim Pemkab

Penerima Kompensasi Terdampak Minyak Pertamina Didata Tim Pemkab

22
0
PIMPIN RAPAT: Wakil Bupati Karawang, Ahmad Jamaksyari memimpin pertemuan yang digelar pada hari Senin (12/8), untuk membahas kompensasi nelayan dan petambak yang terkena dampak pencemaran limbah minyak mentah. USEP SAEPULLOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Masyarakat yang bakal menerima ganti rugi akibat pencemaran minyak mentah dari PT Pertamina, hanya yang sudah didata oleh tim yang disahkan oleh SK Bupati saja. Pendataan itu bakal dilakukan mulai hari Kamis (15/8).

Wakil Bupati Karawang, Ahmad Jamaksyari mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang secepatnya akan melakukan pendataan petambak dan nelayan, yang akan menerima ganti rugi akibat pencemaran minyak mentah di laut Desa Cemara Jaya Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang.
“Terhitung Kamis (15/8) pendataan harus sudah dimulai. Ini sudah didata, tetapi kan diverifikasi nanti. Dua bulan kedepan harus selesai semua proses ganti rugi,” ujar pria yang akrab disapa Jimmy.

Dikatakan, hal itu sesuai kesepakatan pertemuan yang digelar pada hari Senin (12/8) untuk membahas kompensasi atau ganti rugi nelayan dan petambak yang terkena dampak pencemaran limbah minyak mentah Pertamina.

Menurut Jimmy, Pertamina mengaku sudah bersepakat untuk memberikan kompensasi atau ganti rugi kepada nelayan dan petambak. Namun dengan syarat, nelayan dan petambak yang akan mendapatkan ganti rugi adalah mereka yang sudah didata resmi oleh tim yang sudah dibentuk, serta disahkan melalui SK yang akan dikeluarkan Bupati Karawang.

Dalam tim yang sudah dibentuk, Sekda Karawang Acep Jamhuri sendiri ditunjuk langsung sebagai ketua tim untuk menyelesaikan persoalan kompensasi. “Syaratnya harus melalui pendataan yang resmi dari tim yang sudah di SK-kan oleh Bupati Karawang,” katanya.

Jimmy mengaku sudah mengintruksikan kepada Sekda Karawang yang bertindak sebagai ketua tim untuk menyelesaikan persoalan ini secepat-cepatnya. “Saya sudah meminta kepada Pak Sekda (Acep Jamhuri) sebagai ketua tim untuk menyelesaikan masalah ini secepat mungkin,” tegasnya.

Sebelumnya, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) menyatakan, sebanyak 7.782 nelayan yang terdampak pencemaran minyak pertamina. Selain itu, tumpahan minyak itu juga telah mencemari terumbu karang dan hutan mangrove.

BACA JUGA:  Dampak Limbah Pertamina,Perajin Terasi Kesulitan dapat Udang Rebon

“Berdasarkan pendataan sementara ada 7.782 nelayan dan 1.689 perahu yang terdampak tumpahan minyak. Mereka tersebar di 12 Desa,” ujar Kepala DKP Karawang, Hendro Subroto.

Selain itu, lanjut Hendro, pencemaran juga berdampak pada 4.993 hektare tambak di 10 desa. Akibatnya, usaha 927 petambak terganggu. Tumpahan oil spill juga berdampak pada 108,2 hektare tambak garam milik 64 petani tambak di 3 desa.

Dijelaskan, jumlah terumbu karang yang terdampak tumpahan minyam mencapai 234 hektare yang tersebar di 8 wilayah. Rinciannya, terumbu karang Karang Kapalan 48 hektare, Karang Bengkok 18 hektare, Karang Badengan 27 hektare, Karang Grabad 25 hektare, Karang Sedulang 37 hektare, Karang Areng 18 hektare, Karang Meja 29 hektare dan gugus Pulo Pasir 32 hektare.

Sementara, kata Hendro, area mangrove yang terindikasi tercemar minyak mentah ada 10 lokasi. Rinciannya hutan mangrove Cemarajaya 16 hektare, Sedari 3.897 hektare, Sukajaya 57 hektare, Sukakerta 78 hektare, Muara 108 hektare, Tanjung Pakis 2.989 hektare, Tambaksari 1.967 hektare, Muara Baru 256, Pusakajaya Utara 2.890 hektare dan Sumber Jaya 1.245 hektare.

“Informasi dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang ada 5000 bibit mangrove yang baru ditanam mati kena minyak,” kata Hendro. (use/sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here