Beranda Headline Sisa-sisa Pabrik Gula Rajawali 2 yang Dikabarkan Mengalami Kebangkrutan

Sisa-sisa Pabrik Gula Rajawali 2 yang Dikabarkan Mengalami Kebangkrutan

89
0
LESU: Beberapa Security berjaga di pos induk, di depan pabrik yang dulu beroperasi sebagai tempat penggilingan tebu. INDRAWAN/PASUNDAN EKSPRES

Security Mogok Jaga, Sampai Nasib Mantan Karyawan

PG Rajawali 2 yang terletak di Kecamatan Purwadadi, sudah lama dikabarkan mengalami kebangkrutan. Bagaimana nasib karyawannya? berikut penelusuran Pasundan Ekspres.

LAPORAN: INDRAWAN, Purwadadi

Siang itu, Selasa (13/8) tidak ada yang berbeda terlihat dari pinggir jalan raya Purwadadi, tepatnya di PG Rajawali 2. Seperti biasa yang nampak hanya sisa-sisa kemegahan sebuah pabrik gula, begitu jelas terlihat dari pintu gerbang masuk kawasan pabrik, dengan lalu lalang mobil truk besar pengangkut tebu. Padahal dari yang terlihat biasa itulah ternyata menyimpan banyak peristiwa, terutama pada pekan ini, yaitu peristiwa para security yang terpaksa mogok jaga, lantaran gaji sudah beberapa kali telat dibayarkan perusahaan.

Dari penelusuran Pasundan Ekspres ternyata bukan saja mogok jaga para security, ada juga insiden baku hantam antara security dan supir truk pengangkut pohon tebu PG Rajawali 2. Kejadian tersebut, menurut Kepala regu security PG Rajawali 2 Suwardi, diduga akibat salah paham, atas mogok jaganya para security. Kendati demikian peristiwa itu sudah diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

“Itu gerakan spontan saja dari para security di PG Rajawali 2 ini, karena telatnya pembayaran gaji. Kami mogok jaga, lalu menutup semua akses keluar masuk pintu perusahaan, yang kemudian menyebabkan salah paham, supir menyangka security menghalangi akses mereka bekerja, padahal sama.sekali tidak, sekarang sudah diselesaikan dengan cara kekeluargaan,” jelasnya.

PG Rajawali 2 yang terletak di Kecamatan Purwadadi memang sudah lama dikabarkan mengalami kebangkrutan. Dari pengamatan Pasundan Ekspres, aktivitas yang berlangsung sekarang di sana hanya sebatas penebangan dan pembibitan tanaman saja. Selebihnya tidak ada aktivitas apapun di pabrik yang dulu sempat dinobatkan sebagai pabrik penghasil gula terbesar itu.

BACA JUGA:  Siswa Pelajari Cara Membuat Membuat Keramik

“Sekarang tidak ada produksi apapun, hanya sebatas penebangan saja, hasilnya diangkut ke jati tujuh Cirebon untuk digiling di sana. Hanya ada 3 regu security yang masing-masing terdiri dari 15 anggota, untuk berjaga bergantian setiap pagi, sore, hingga malam,” tambah Suwardi.

Pada kesempatan yang lain, Pasundan Ekspres berhasil menemui Wahyan, mantan pegawai di PG Rajawali 2 ketika masih beroperasi. Wahyan menceritakan, bagaimana nasib teman-temannya semasa bekerja di sana. Bahkan menurutnya, hingga sekarang masih ada beberapa kawannya yang belum menemukan pekerjaan lain setelah pemberhentian masal di PG Rajawali 2 karena bangkrut tersebut.

“Kalau saya kebetulan ada modal sedikit-sedikit akhirnya bisa buka usaha. Kalau yang lain gak tau gimana, terakhir saya dapat kabar dari salah satu teman yang dulu bekerja di sana, kirim pesan ke saya minta kerjaan, katanya semenjak berhenti di pabrik belum dapat kerja kembali,” ceritanya pada Pasundan Ekspres.

Dia juga mengungkapkan tentang pemberian pesangon perusahaan, menurutnya pembagian pesangon sudah sejak lama memang diberikan oleh perusahaan, namun dirinya tidak banyak mengetahui apakah semua karyawan mendapatkan atau tidak.
Ketika Pasundan Ekspres bertanya jumlah pesangon, Wahyan menjawab besarnya relatif, tidak menjelaskan berapa besar jumlah percisnya. Dia hanya menyayangkan aset-aset perusahaan yang kini dibiarkan begitu saja, tanpa perawatan.(idr/vry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here