Beranda Headline Masyarakat Datangi Perusahaan, Sosialisasikan Anti LGBT

Masyarakat Datangi Perusahaan, Sosialisasikan Anti LGBT

40
0
LONGMARCH: Unsur masyarakat Desa Wantilan yang terdiri dari organisasi kepemudaan, dan organisasi keagamaan, melakukan longmarch menyambangi setiap perusahaan di Desa Wantilan, sosialisasikan penolakannya terhadap LGBT. INDRAWAN/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Warga Desa Wantilan mendatangi beberapa pabrik yang berada di wilayahnya, untuk menindaklanjuti penolakan terhadap LGBT, Jumat (13/9). Kehadiran warga pada setiap pabrik tersebut, sebagai bentuk keresahan dengan keberadaan LGBT.

Warga yang terdiri dari organisasi pemuda, ormas Islam dan Pemdes Wantilan, membawa beberapa spanduk untuk dipasang di setiap gerbang utama pabrik. Tujuannya sebagai pengingat untuk para buruh pabrik agar tidak terjerumus LGBT.

Tokoh masyarakat di Wantilan, sekaligus juga tokoh Laskar Pembela Islam Wantilan Ustadz Dede Ahmad menjelaskan, keadaan LGBT di Wantilan sudah betul-betul meresahkan. Bahkan ditempat umum, pasangan sesama jenis tersebut sudah terang-terangan berani memperlihatkan tindakan yang dianggap melanggar norma yang berlaku di masyarakat.

“Tidak hanya sepasang dua pasang, sudah banyak kami temukan di setiap pabrik. Ini betul-betul meresahkan! Gerakan ini juga merupakan penolakan dari masyarakat, yang mengharapkan Desa Wantilan bersih dari LGBT. Alhamdulilah didukung penuh oleh Pemdes Wantilan, Babinsa dan Bhabinkantibmas,” ungkapnya.

Sedikitnya ada 12 perusahaan yang didatangi warga, dari Pantauan Pasundan Ekspres. Sebelumnya warga melakukan longmarch dari kantor Pemdes Wantilan menuju PT Suai dan beberapa perusahaan lainnya. Rombongna mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan TNI AD.

Ustadz Dede menjelaskan, dirinya bersama warga yang lain akan segera melakukan sosialisasi ke beberapa rumah kos-kosan. “Melalui gerakan ini, kami berharap Desa Wantilan bisa menjadi desa yang bersih dari LGBT, sehingga mendatangkan keberkahan dan kesuksesan bagi masyarakat Desa Wantilan itu sendriri,” tambahnya.

Sedangkan HRD salah satu perusahaan di Wantilan, tepatnya HRD PT JJSM, Dandi Wijaya menyatakan dukungan terhadap penolakan warga tersebut. Malah menurut Dandi, untuk PT JJSM sudah menerbitkan aturan, serta tidakan pencegahan agar para buruhnya terhindar dari LGBT.

BACA JUGA:  Kapolres: Tak Ada Komunitas LGBT di Purwakarata

“Dalam satu minggu sekali kami adakan kajian, yaitu siraman rohani untuk buruh. Jadi secara tidak langsung baik rohani dan jasmani betul-betul kami jaga. Kami juga buat unit khusus untuk mendeteksi kalau-kalau ada gelagat atau tindakan mencurigakan dari pegawai, yang jika terbukti, kami bisa segera tindak,” ungkapnnya.

Selain itu, adanya gerakan penolakan warga terhadap LGBT, bagi Dandi merupakan bagian dari bantuan masyarakat Wantilan, terhadap manajemen perusahaan untuk membantu pengawasan terhadap karyawan mereka.

Kelapa Desa Wantilan, Komarudin menyampaikan, dalam kegiatan ini Pemdes memposisikan pihak yang memfasilitasi aspirasi masyarakat, untuk kebaikan Wantilan ke depan.
“Pemdes selalu terbuka pada setiap masukan dan saran dari warga masyarakat. Terlebih gerakan penolakan terhadap LGBT ini didukung dengan aturan agama yang banyak diyakini oleh masyarakat Wantilan, yaitu agama Islam,” jelas Komarudin.
Dia kembali menegaskan, jika itu dilakukan untuk kepentingan bersama dan kebaikan Desa Wantilan ke depan, maka Pemdes Wantilan akan selalu mendukung sesuai dengan kemampuan dari Pemdes.(idr/vry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here