Beranda Subang Sungai Batang Gede Dinormalisasi, Petani Ingin Pintu Air Pembagi

Sungai Batang Gede Dinormalisasi, Petani Ingin Pintu Air Pembagi

19
0
NORMALISASI: Petani di Kecamatan Sukasari inginkan adanya pembangunan pintu air setelah normalisasi Sungai Batang Gede agar pasokan air lebih merata. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang melakukan upaya mitigasi penanganan resiko banjir dan juga kekeringan.
Dengan program normalisasi Sungai Batang Gede di Kecamatan Sukasari.

Kepala Satuan Pelaksana BPBD Subang H. Hidayat mengatakan, pihaknya telah menormalisasi Sungai Batang Gede berkerjasama dengan BBWS dan PJT.
Sungai sepanjang 3,6 KM tersebut mampu mengairi area sawah sekitar 2000 hektar.
Proses pengerjaan memakan waktu dua bulan.

“Normaliasi sudah selesai, namun warga ingin dibangun pintu air. Dengan itu kita akan koordinasikan dengan pihak PJT juga BBWS,”
ujarnya.

Hidayat menjelaskan, kondisi pintu air yang ada di wilayah Pantura agak berbeda pada umumnya dikarenaan bisa menghalangi abrasi dari laut ke darat sehingga bisa dibuka tutup.

Dibangunnya pintu air itu, menurut Hidayat akan sangat efektif. Pengaturan air nya akan lebih merata hingga ke petak sawah petani.

” Ya jika ada pintu air maka akan lebih efektiff dalam pengaturan air saluran induk, sekunder dan juga alam,” tuturnya.

Selain normaliasi yang sudah digelar di Sungai Batang Gede itu, BPBD juga mengusulkan dan merekomendasikan daerah yang rawan banjir dan kekeringan ke BP4D Subang.

Usulan dari masyarakat terkait normalisasi saluran irigasi bisa megusulkan ke pemerintah daerah melalui Pemdes setempat yang diketahui oleh Camat.

“Ya jika ada aspirasi dari masyarakat soal normalisasi saluran, kita akan rekomendasikan kepada BP4D Subang, untuk segera ditindaklanjuti,” imbuhnya.

Warga sekitar Cartim menuturkan, sesudah normalisasi Sungai Batang Gede, sejumlah petani mengharapkan dibangun pintu air pembagi di Tegal Tike Desa Sukamaju. Pintu tersebut berfungsi untuk mengatur pasokan air ke sejumlah blok sawah.

“Kami ingin ada pintu air pembagi, pasokan air biar terkontrol dan tidak rebutan air,” katanya.(ygo/dan)

BACA JUGA:  Pantau Kualitas Air Anak Sungai Citarum, Awasi dan Tindak Industri Pembuang Limbah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here