Beranda Headline Truk Fuso Pengangkut Bambu ke Proyek Pelabuhan Patimban Dihentikan Warga

Truk Fuso Pengangkut Bambu ke Proyek Pelabuhan Patimban Dihentikan Warga

2225
0

PUSAKANAGARA– Belasan warga di Dusun Cemara Desa Kalentambo menghentikan sebuah truk fuso yang mengangkut bambu untuk masuk area proyek Pelabuhan Patimban, Sabtu (7/9).

Warga beralasan, aktivitas truk tersebut mengganggu dan tidak sesuai dengan kondisi jalan perkampungan yang terbilang sempit dan tonase yang tidak sesuai.

Selain itu, jalanan menuju proyek setelah Kantor Desa Patimban/Depan Kantor.BUMDes Patimban juga sempat tak bisa dilalui karena adanya beberapa meja, kursi, dua bongkahan batu limstone serta satu unit mobil Avanza.

Salah satu warga yang dihubungi Pasundan Ekspres, Arim Suhaerim menuturkan, adanya truk proyek yang masuk melalui jalur tersebut sangat menganggu warga kampung disekitar jalan tersebut. Akibatnya, ada beberapa rumah warga yang terdampak seperti mengalami keretakan.

“Memang akses jalan nya belum jadi, tapi kalau pagi, siang, mobil proyek lewat sini juga mengganggu, ini jalannya kecil, jalanan kampung,” bebernya.

Arim juga berharap temporary road untuk segera diselesaikan agar kendaraan proyek tidak melewati jalan kabupaten yang secara ukuran terbilang kecil. Sebab kata Arim, warga juga mengeluhkan adanya aktivitas kendaraan tersebut yang saat ini beroperasi di malam hari dari mulai pukul 00.00 – 04.00 WIB.

“Kami minta untuk sesuai jadwal dulu, jangan sampai pagi masih ada truk yang beraktivitas, ini juga ada rumah warga yang retak,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Pusakanagara Kompol Undang Sudrajat SH menuturkan saat ini kondisi sudah kembali normal.

“Sudah, sekarang sudah normal lagi, karwna tadi ada satu truk yang terlambat datang dari kesepakatan itu jam 11 malam hingga jam 4 pagi, nah ini satu mobil telat,” ucap Kompol Undang Sudrajat.

Truk fuso yang membawa bambu untuk Kontraktor Paket 2 (Toyo, Adhi Karya, Wakaciku) yang sempat dihentikan warga pada Pukul 08.00 WIB itu sudah masuk kearea proyek Pelabuhan Patimban. Kapolsek juga menuturkan, telah berkoordinasi dan melakukan mediasi bersama warga perihal aspirasi yang disampaikan.

“Saya juga turun dilapangan secara langsung dan koordinasi dengan warga, sekarang sudah selesai, tidak ada blokir, karena bisa mengganggu ketertiban umum, semua sudah beres,” bebernya.

Begitupun, mengenai satu unit mobil dan beberapa meja kursi yang sempat beada ditengah jalan menuju proyek Pelabuhan Patimban. Kompol Undang menyebut, pihaknya bersama pemilik mobil telah berkoordinasi dan menyelesaikannya sehingga jalan bisa kembali dilalui.

“Sudah selesai, ada anggota yang sudah menemui pemiliknya, intinya memang perlu bicara saja dengan pihak-pihak terkait,” tutupnya.(ygi/man)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here