Beranda Headline Warga Minta Bantuan Hukum, Usut Dugaan Tandatangan Bodong

Warga Minta Bantuan Hukum, Usut Dugaan Tandatangan Bodong

85
0
MENOLAK: Warga Desa Bobos mendatangi Dispemdes menolak Pjs Kepala Desa Bobos. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKPSRES

LEGONKULON-Warga Bobos bergejolak hingga menunjuk kuasa hukum, untuk menyelidiki persoalan Pjs Desa Bobos. Pasalnya, ada warga Desa bobos yang mengadukan penolakannya atas usulan Pjs Kades Bobos dari BPD ke Camat Legonkulon. Setelah mengadukan penolakannya ke Dispemdes, kini warga mendatangi lembaga bantuan hukum dan meminta kuasa hukum untuk menginvestigasi penolakan warga tersebut.

Warga Desa Bobos Masyhuri mengatakan, dirinya telah mendatangi Dispemdes Subang untuk mengadukan bahwasanya sebagian warga Desa Bobos menolak Lukman sebagai Pjs Kades Bobos Kecamatan Legonkulon.

Usai ke Dispemdes Masyhuri mendatangi DPC HAPI (Himpunan Advokat Pengacara Indonesia) Kabupaten Subang, untuk meminta bantuan hukum dengan membawa berkas yang ditandatangani warga, namun orangnya tidak ada.
“Ya kami ke sini meminta bantuan hukum, ada tanda tangannya dukungan orangnya tidak ada,” katanya.

Ketua DPC HAPI Subang sebagai kuasa hukum Warga Desa Bobos Kecamatan Legonkulon Deni Efendi SH, MH mengatakan, kedatangan warga Desa Bobos itu untuk meminta bantuan hukum dalam mengawal proses demokrasi untuk Pjs Kades Bobos.

Diapun menyampaikan sangat siap menjadi kuasa hukum warga Desa Bobos, dikarenakan adanya temuan pelanggaran-pelanggaran administrasi baik itu sosial dan politik. Dimana jelas, bahwasanya warga tidak merasa menandatangani dukungan terhadap calon Pjs Kades Lukman, namun seolah-olah dimunculkan ada.

“Ya ini sudah jelas masuk dalam pidana murni ketika pernyataan (tanda tangan) itu ada namun orangnya tidak ada dan bisa melanggar pidana pemalsuan,” tuturnya.

Deni mengatakan, pihaknya akan mencari data-data yang lebih valid dan juga melakukan upaya hukum, seperti melaporkan ke pihak kepolisian. Ada dugaan temuan tindak pidana pemalsuan tanda tangan dalam surat keterangan dukungan.

Bagi warga yang menandatangani surat pernyataan tersebut kabarnya juga akan mendapatkan dana bantuan, sehingga ini diduga adanya kekuatan narasi dari salah satu pihak yang menginginkan seseorang tersebut naik menjadi Pjs Kades Bobos.
“Ya kabarnya juga yang memberikan tandatangan tersebut untuk mendukung diiming-imingi dana bantuan,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Pasutri Jadi Spesialis Pembobol Minimarket

Sementara itu Pjs Kades Bobos terdahulu Oman mengatakan, sebenarnya dirinya sebagai ASN sangat siap ditempatkan dimana saja. Namun tidak bisa dipungkiri masyarakat Bobos masih menginginkan dirinya menjabat sebagai Pjs Kades Bobos pasca berakhirnya jabatan pada tanggal 8 September 2019.
“Kalau saya sebagai ASN, siap ditempatkan di mana saja. Namun melihat warga masih menginginkan saya menjadi Pjs Kades Bobos,” kata Oman.

Oman menuturkan, terkait warga yang meninginkan dirinya menjadi Pjs Kades kembali, sangat dimungkinkan. Karena saat dirinya menjabat banyak pembangunan yang terseleseaikan dan warga meginginkan Pjs Kades Desa Bobos.

“Saya tidak tahu jelasnya, namun mungkin warga tidak ingin kalau Pjs kades yang menjabat dari luar desa,” tukasnya.

Sementara itu, Camat Legonkulon Bambang Edi Purwanto membenarkan adanya sebagian warga yang menolak Pjs Kepala Desa Bobos yang diusulkan yakni Lukman. Bambang menyebut, pengusulan Lukman yang merupakan staf Kasi Pemerintahan Kecamatan Legonkulon berdasarkan kewenangannya serta melihat situasi dan juga rekomendasi dari BPD Bobos.

Camat Bambang menjelaskan, saat ini posisi Pjs Kepala Desa Bobos yang dijabat Oman Suherman telah habis masa jabatanya. Untuk itu, beberapa pekan lalu, ia telah mengajukan usulan pengangkatan Pjs Kepala Desa Bobos dari unsur PNS Kecamatan Legonkulon.

“Sudah, sudah habis sekarang Sekdes sudah ditunjuk jadi Pelaksana harian (Plh), untuk Pjs Kepala Desa Bobos juga sudah diajukan, staf dari Kasie Pemerintahan yang diajukan,” ucap Camat Bambang.

Namun setelah usulan Pjs diajukan, juga berdasarkan rekomendasi BPD Bobos, ada sebagian masyarakat yang tetap menginginkan Pjs Kepala Desa Bobos saat ini Oman Suherman untuk tetap menjabat dan diangkat menjadi Pjs Kepala Desa Bobos.

“Berdasarkan pengalaman dinamika yang dulu, juga rekomendasi dari BPD akhirnya sudah selesai dan diajukanlah, tapi saat ini ada sebagian masyarakat yang menyampaikan aspirasi,” ucapnya.
Camat Bambang juga belum mengetahui secara pasti apakah SK Bupati mengenai penetapan Pjs Kepala Desa Bobos. Namun dirinya terus berkonsultasi dengan Dispemdes mengenai permasalahan tersebut. “Belum tahu soal itu, tapi sepertinya belum,” bebernya.(ygo/ygi/dan/vry)

BACA JUGA:  Kades Tidak Boleh Ganti Aparatur Desa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here