Beranda Headline Keluarga Sebut Sy Merantau Usaha, Belum Terima Kabar Ditangkap Densus 88

Keluarga Sebut Sy Merantau Usaha, Belum Terima Kabar Ditangkap Densus 88

99
0

SUBANG-Kabar mengenai tertangkapnya tiga orang terduga di Kabupaten Sukoharjo oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri, belum diterima secara pasti dan resmi oleh pihak keluarga Sy yang berada di Subang. Pada penggedahan dilakukan Densus 88 pertama di indekos kamar No. 5 Desa Mayang Gatak Sukoharjo, terduga teroris Sy (28) yang tercatat warga Dukuh Krajan 1 RT 01/RW 01 Desa Kalensari Kecamatan Compreng Kabupaten Subang, dikabarkan ikut tertangkap.

“Tidak tahu, dari keluarga tidak tahu apa-apa. Belum dapat informasi apa-apa,” kata ibu dari Sy yang ditemui Pasundan Ekspres Rabu sore (16/10) yang juga didampingi beberapa kerabatnya.

Ibu dari Sy mengaku hingga saat ini masih kesulitan berkomunikasi dengan anak ketiganya tersebut. Meski banyak beredar kabar mengenai penangkapan di berbagai media mainstream serta media sosial, namun ia masih belum ada informasi resmi dari aparat kepolisian. “Sampai saat ini tidak ada, di facebook itu rame kata saudara saya itu, tapi kami tidak tahu, belum ada informasi,” katanya.

Ia menambahkan, yang ia ketahui, anaknya sedang pergi merantau karena sedang berusaha atau berjualan. “Anak saya itu sedang usaha, sedang jualan. Bilangnya jualan es, yang beredar itu isu, anak saya sedang usaha,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua RT 01 Dusun Krajan I Desa Kalensari Karmin mengakui bahwa ia telah mendapat informasi soal penangkapan salah satu warganya pada Rabu pagi (16/10) dari aparat.

Mengenai informasi ada tidaknya aparat yang datang ke rumah orang tua di Desanya, Karmin menyebut sepengetahuanya belum ada aparat yang datang. “Belum ada, saya tanya ke tetangganya juga tidak tahu, tidak ada ramai-ramai, tidak ada (penggeledahan-red),” ucapnya.

Hingga saat ini kata Karmin, warga di wilayahnya tetap beraktivitas seperti biasanya termasuk keluarga korban. “Biasa saja aktivitas seperti biasa, Ibunya juga tadi pagi masih jualan disekolah,” ungkapnya.

BACA JUGA:  700 Siswa Cendekia Gelar Aksi Simpatik, Peduli Korban Teroris New Zealand

Mengenai Sy sendiri, Karmin menyebut, terakhir kali ia meihat Sy dirumah yakni saat Bulan Syawal setelah Idul Fitri. Namun setelah itu, ia tak lagi melihat keberadaan Sy.

“Pernah pulang waktu ada hajatan saudaranya, kaau bulan puasa memang kayanya tidak ada di rumah. Terakhir kali saya lihat pas syawal. Tapi ya gitu, datang dan perginya kapan kita ga pernah tahu,” jelasnya.

Karmin juga belum mengetahui secara pasti, apakah keluarga telah menerima informasi soal penangkapan Sy di Sukoharjo tersebut. “Nah soal itu tidak tahu. Saya belum ke rumahnya, tapi tadi siang Satgas ke rumahnya, tidak tahu tuh apa bilang atau tidak,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap tiga terduga teroris, kemudian menggeledah dua tempat berbeda di wilayah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa.

Densus 88 melakukan penangkapan terhadap terduga teroris di indekos, Jalan Mangesti, Gang Nakula RT 1/2 Desa Mayang, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, kemudian di Jalan Tegal Permai, Gang Buntu, Dusun Tegalrejo RT 3/5, Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo.

Pasukan Densus 88 yang didukung Polres Sukoharjo kemudian menggeledah dua tempat berbeda tersebut untuk mengumpulkan sejumlah barang bukti.

Aksi penggedahan dilakukan oleh Densus 88 pertama di indekos kamar No. 5 Desa Mayang Gatak Sukoharjo yang dihuni terduga teroris Syuhada (28), warga Dukuh Krajan 1 RT 01/RW 01 Desa Kalensari, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang.

Densus lantas menggeledah indekos Jalan Tegal Permai, Gang Buntu, Dusun Tegalrejo RT 3/5, Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo yang dihuni terduga teroris Abdul Karim (31), warga Kampung Turi RT 4/RW 6 Kelurahan Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, dan Jaelani (36), warga RT 2 RW 6 Kelurahan Kluwut Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes Jateng.

BACA JUGA:  Kemenag Perketat Pengawasan Pondok Pesantren

Menurut Sri Widodo (51) Ketua RT 3 Desa Purbayan Baki Sukoharjo yang dijadikan saksi saat penggeledahan mengatakan bahwa polisi meminta kepadanya untuk menyaksikan saat penggeledahan di indekos yang dihuni oleh Abdul Karim dan Jaelani

Pada penggeledahan indekos yang dihuni Abdul Karim, ditemukan note phone warna hitam merek Asher, buku catatan warna, dan sebuah pisau. Polisi di kamar nomor 2 menemukan sebilah pedang, dua ponsel merek Nokia warna biru dan merek Polytron warna putih, dan tiga catatan gambaran rangkaian elektronik.
Polisi setelah melakukan penggeledahan dengan membawa sejumlah barang bukti tersebut, langsung meninggalkan lokasi.
Heru Wiyono (50) Ketua RT 1 RW 2 Desa Mayang Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo diminta oleh polisi untuk dijadikan saksi saat penggeledahan di indekos Desa Mayang Kecamatan Gatak Sukoharjo yang dihuni Syuhada warga Subang.

Menurut Heru, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain, sebuah ponsel merek Nokia warna hitam dan botol vitamin berisi 9 butir peluru. Barang bukti tersebut setelah didata oleh petugas dan diperlihatkan oleh saksi, langsung dibungkus untuk dibawa masuk mobil.

Polisi kemudian meninggalkan lokasi pada Selasa petang.
Pasukan Densus 88 Antiteror Mabes Polri yang didukung anggota Polres Sukoharjo setelah melakukan penangkapan terhadap tiga terduga teroris, kemudian menggeledah dua lokasi berbeda tersebut hingga malam ini belum memberi keterangan kepada pers. (ygo/vry)

Densus 88 Antiteror Mabes Polri Tangkap Tiga Terduga Teroris
Penggeledahan di dua tempat berbeda di wilayah Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah

1. Jalan Mangesti, Gang Nakula RT 1/2 Desa Mayang, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo
Aksi penggedahan dilakukan oleh Densus 88 pertama di
Indekos kamar No. 5 Desa Mayang Gatak Sukoharjo dihuni terduga teroris Sy (28) warga Dukuh Krajan 1 RT 01/RW 01 Desa Kalensari Kecamatan Compreng Kabupaten Subang.

BACA JUGA:  Pendukung Jokowi-Maruf Doakan Korban New Zealand

Barang Bukti dari Kamar Sy
Sebuah ponsel merek Nokia warna hitam
botol vitamin berisi 9 butir peluru

2. Jalan Tegal Permai, Gang Buntu, Dusun Tegalrejo RT 3/5, Desa Purbayan Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo
Dihuni terduga teroris
AK (31), warga Kampung Turi RT 4/RW 6 Kelurahan Sriamur Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi
Ja (36), warga RT 2 RW 6 Kelurahan Kluwut Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes Jateng.

Barang Bukti dari Kamar AK
Note phone warna hitam merek Accer
Buku catatan warna
Sebuah pisau

Barang Bukti dari Kamar Ja
Sebilah pedang
Dua ponsel merek Nokia warna biru dan merek Polytron warna putih
Tiga catatan gambaran rangkaian elektronik

Polisi meninggalkan lokasi pada Selasa petang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here