Beranda Headline Menata Potensi Gegara Menyan Mewujudkan Jawara Wisata

Menata Potensi Gegara Menyan Mewujudkan Jawara Wisata

99
0
NAIK PERAHU: Camat Sukasari Bambang Edi bersama Para Kepala Desa saat hendak meninjau lokasi wisata Gegara Menyan untuk melaksanakan rapat minggon. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

Menuju Destinasi Wisata Berbasis Konservasi

Gegara Menyan berpotensi dijadikan destinasi wisata berbasis konservasi di Kabupaten Subang. Meski potensi bagus, Gegera Menyan masih jarang diketahui masyarakat.

Pemdes Anggasari dan Pemcam Sukasari, terus berupaya mempromosikan Gegara Menyan untuk dijadikan tempat wisata favorit. Bahkan mengajak para kades se-Kecamatan Sukasari rapat minggon di Gegara Menyan.

Camat Sukasari Bambang Edi P optimis, pantai Gegara Menyan dengan pemandangan laut, mangorove dan jembatanya menjadi objek wisata baru di wilayah Pantura khususnya Desa Anggasari Kecamatan Sukasari.

Bambang menyebutkan, pada pelaksanaan minggon Kecamatan Sukasari kemarin, pihaknya mencoba suasana baru dengan melakukan rapat di sebuah saung yang berada di tengah laut Gegagara Menyan. Menggunakan perahu, Camat beserta Kepala Desa dan unsur lainnya sekaligus meninjau pembangunan wisata di Gegara Menyan.

“Update terakhir yang saya lihat, antar pulau yang ada sudah terhubung. Jembatan juga sudah panjang, apalagi di sini ada situs sejarah juga,” kata Bambang kemarin (16/10) pada Pasundan Ekspres.

Dari informasi yang ia tahu, ke depan, untuk mencapai pantai gegara menyan tidak mesti menggunakan perahu. Namun saat ini sedang dibangun jembatan yang menghubungkan area wisata pantai dan mangrove tersebut ke daratan.

“Jadi mau disambungkan ke daratan. Ga mesti naik perahu. Bbisa pake ojek, naik motor. Terus ke sini lewat jembatan bambu yang juga lagi diselesaikan,” jelasnya.

Ke depan, Camat Bambang ingin semua masyarakat, stakeholder di Kecamatan Sukasari baik Kepala Desa, BUMDes dan seluruh warga untuk bisa mempromosikan obyek wisata tersebut melalui berbagai macam platform media.

“Ini bisa menjadi destinasi baru, bisa juga menggerakan perekonomian warga. Kalau bisa dikenal hingga ke seluruh kota di Provinsi Jawa Barat dan nasional, tidak hanya di Subang. Jadi harus sama-sama,” jelasnya.

BACA JUGA:  Mengulas Sejarah dan Potensi Curug Ciangin Desa Cibeusi Kecamatan Ciater

Ia juga berharap masyarakat turut berpartisipasi dengan melaksanakan K3 di sepanjang jalan yang di lalui termasuk bisa membersihkan wc “helikopter” yang berdiri di sepanjang sungai. Sebab saat ini, sungai tersebut di pakai transportasi untuk akses hingga sampai obyek wisata Gegara Menyan.

Terakhir katanya, kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Subang untuk dapat terus membina pengelola gegara menyan dan stake holder di desa sukasari seperti yang selama ini sudah dilakukan. “Dengan majunya wisata di Gegara Menyan di Sukasari, Desa Anggasari khususnya merupakan realisasi visi Bupati dan Wakil Bupati Subang mewujudkan Jawara Wisata,” tutupnya.

Sementara itu, Kasi Pengembangan SDM Pariwisata dan Pemberdayaan Masyarakat serta IT Disparpora Kabupaten Subang, Ida Erlinda SE. MSi mengatakan, pihaknya mengadakan kunjungan ke pulau Gegara Menyan yang terletak di Desa Anggasari Kecamatan Sukasari. “Kami ingin melihat sejauh mana potensi wisata yang ada di pulau tersebut. Adanya pantai tersebut, sangat berpotensi tinggi menjadi destinasi wisata,” ungkapnya.

Sejauh pengamatan yang dilakukan Disparpora Kabupaten Subang, menurutnya, sangat bisa dijadikan destinasi wisata berbasis konservasi, meskipun Gegara Menyan saat ini belum ada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masuk. Hal tersebut tidak mengapa, dikarenakan Gegara Menyan masih dalam tahap pembenahan dan pengembangan. “Terus bertumbuh untuk menjadi tempat wisata tersebut lebih dikenal. Jika sudah terkenal, maka akan bisa diberlakukan PAD nya,” terangnya.

Pengelola wisata Gegara Menyan, lanjutnya, harus lebih membenahi adanya water closet (WC) yang ada di pinggir kali. Pasalnya, sangat menganggu pemandangan, apalagi WC yang ada tersebut tidak ideal bentuknya. Hanya dari bambu untuk jongkok ditutup dengan papan triplek yang sering disebut cubluk atau WC helikopter. “Ini juga harus dibenahi yang paling utama, dikarenakan perjalanan ke Gegera Menyan berawal dari perlintasan melewati tempat tersebut,” katanya.
Selain itu, kebersihan juga harus diperhatikan. “Jika Gegara Menyan menjadi destinasi wisata, otomatis harus berlandaskan pada unsur sapta pesona,” tandasnya.

BACA JUGA:  Wisata Edukasi Buah Nusantara

Sementara itu, aktivis lingkungan Alam Randjatan mengatakan, Gegara Menyan menjadi sangat berpotensi menjadi tempat wisata yang terkenal dan menjadi suatu pilihan bagi wisatawan yang ingin libuaran di Kabupaten Subang. Namun itu tadi, mulai dari kebersihan dan juga tampilannya harus memikat, karena aksses jalan Gegara Menyan sudah sangat bagus. “Kebersihan dan tampilannya harus ditingkatkan lagi, karena ini bisa jadi pilihan terbaik wisatawan jika berlibur ke Subang,” pungkasnya.(ygi/ygo/vry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here