Beranda Opini Perguruan Tinggi Lokal Harus Mampu Bersaing Di Era Digital

Perguruan Tinggi Lokal Harus Mampu Bersaing Di Era Digital

119
0

Oleh : Opan Arifudin

(Dosen Program Studi Ekonomi Syariah STEI Al-Amar Subang)

Pendidikan tinggi Indonesia saat ini telah memasuki era persaingan global, dimana Perguruan Tinggi Asing (PTA) sudah masuk ke Indonesia sehingga perguruan-perguruan tinggi di Indonesia dituntut agar bisa bersaing dengan perguruan tinggi asing. Hal ini menjadi tantangan dan perhatian seluruh perguruan tinggi di Indonesia termasuk Perguruan Tinggi swasta (PTS) di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitasnya.

Dengan hadirnya Perguruan Tinggi Asing (PTA) beroperasi di Indonesia dan mulai berdatangannya Dosen asing hingga Rektor asing, perguruan tinggi Indonesia harus siap berkompetisi dengan Perguruan Tinggi Asing (PTA). Sehingga perguruan tinggi harus mampu menata diri dengan baik, efisiensi harus dilakukan dan kualitas harus ditingkatkan, untuk mampu bersaing.

Hal ini harus menjadi perhatian perguruan tinggi di Indonesia secara khusus perguruan tinggi di tingkat kabupaten atau daerah untuk meningkatkan daya saingnya. Persaingan saat ini sudah tidak berbatas, baik antar daerah maupun antarnegara. Hal ini merupakan kondisi yang menarik dalam era digital yang menuntut perubahan-perubahan ke system digital. Kampus lokal tidak akan kehilangan mahasiswa karena pasarnya masih terbuka lebar. Terlebih Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak dan masih banyak potensi fakultas yang masih bisa digali.
Keberadaan perguruan tinggi asing jika dilihat dari segi kompetisi diperkirakan akan memacu kampus lokal untuk meningkatkan mutu menjadi kampus berkelas dunia. Terlebih jika perguruan tinggi Indonesia mau berkolaborasi dengan perguruan tinggi asing yang sudah masuk jajaran top dunia. Perguruan tinggi Indonesia bisa serap ilmu yang sudah mereka kembangkan dengan kolaborasi ini.

Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat di era revolusi industry 4.0. Perguruan tinggi swasta (PTS) lokal harus mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain. Perubahan pengelolaan akademik dengan adanya penambahan kuliah dalam jaringan (daring) dan penambahan kuota yang tidak dibatas, harus membuat PTS lokal harus memberikan kualitas terbaik kepada calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikannya ke PTS.

Pengelola pendidikan tinggi harus mampu mengelola pesatnya kemajuan dunia digital yang mengalami perubahan begitu cepat. Perguruan tinggi harus mengelola penyelenggaraan akademiknya dengan memanfaatkan teknologi kalau sistem pengelolaannya tidak baik tentu PTS tidak akan memiliki nilai jual dan akan tutup. Dengan meningkatkan kualitas dan relevansi layanan pendidikan dan meningkatkan kesetaraan untuk bisa memberikan pendidikan yang terbaik. Sehingga perguruan tinggi swasta (PTS) harus mampu memaksimalkan potensinya diantaranya :

1. Penerapan Teknologi Informasi Akademik Perguruan Tinggi Swasta
Penerapan Teknologi Informasi Akademik Perguruan Tinggi Swasta di kota Subang sudah dilakukan oleh STEI Al-Amar Subang. Perguruan tinggi swasta Subang yang baru 2 tahun berdiri sudah menggunakan Teknologi Informasi Akademik. Dengan menggunakan Teknologi Informasi Akademik pengelolaan akademik di STEI Al-Amar Subang memudahkan dosen, Mahasiswa, dan pengguna untuk berinteraksi dengan cepat, baik dalam bentuk sistem administrasi akademik, sistem informasi dosen, sistem informasi pegawai, perpustakaan, penelitian, jurnal, pengabdian masyarakat, dan keuangan. Teknologi Informasi Akademik merupakan indikator kemajuan suatu perguruan tinggi, sehingga dimasa depan semua perguruan tinggi yang responsive, reliable, marketable dan akuntable adalah perguruan tinggi yang berbasis teknologi informasi. Dukungan Teknologi Informasi Akademik sangat besar dalam kecepatan, kehandalan, dan akurasi kegiatan pelayanan, mampu mengikuti kemauan pasar. STEI Al-Amar Subang mengakui dukungan peranan teknologi informasi bagi perguruan tinggi sangat vital. Terutama dalam menghadapi perkembangan dunia bisnis yang semakin pesat dan ketat serta peradaban manusia yang semakin maju, kreativitas dan inovasi sains dan teknologi sangat penting guna memenangkan persaingan bisnis.

2. Penerapan Strategi Bisnis
Pada umumnya strategi bisnis yang diterapkan PTS menggunakan strategi intensif yang meliputi : strategi penetrasi pasar, strategi pengembangan pasar dan strategi pengembangan produk. Penerapan strategi penetrasi pasar dilakukan melalui usaha meningkatkan pangsa pasar untuk produk atau jasa yang sudah ada di pasar yang sudah ada lewat usaha pemasaran yang lebih gencar dengan menggiatkan promosi melalui iklan dimedia TV, dan koran, pemasangan spanduk/ papan reklame serta personal selling presentasi di sekolah-sekolah. Penerapan Pengembangan pasar dilakukan dengan memperkenalkan produk atau jasa yang sudah ada ke wilayah geografi baru. Dengan support teknologi yang ada dan support alumni dan Penerapan Pengembangan produk dilakukan dengan mengembangkan atau memodifikasi produk atau jasa sekarang misalnya membuka program studi baru untuk memenuhi kebutuhan pasar yang sedang banyak permintaan Selain penerapan strategi penetrasi pasar, pada umumnya PTS juga menerapkan stretegi diversifikasi konsentrik dan horizontal. Penerapan Strategi konsentrik dilakukan dengan membuka unit kegiatan mahasiswa (UKM) khususnya untuk penggiatan mahasiswa program studi ekonomi dan perbankan. Sedangkan strategi horizontal membangun jaringan media sosial, televisi Kampus dan produk-produk ilmiah kampus yang dipasarkan. Hal ini sudah dilakukan oleh STEI Al-Amar Subang dengan mendirikan program studi baru di Kota Subang yakni Ekonomi Syariah dan Perbankan syariah guna memenuhi kebutuhan pasar dengan menyediakan lulusan yang ekonomi syariah yang unggul dan kompetitif.

3. Penerapan Orientasi Pasar
Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta dalam penyelenggaraan pendidikan harus menerapkan orientasi pasar yang meliputi : (1). Orentasi pada pelanggan, (2). Orentasi pada pesaing, dan (3). Orentasi pada koordinasi antar fungsi intern organisasi dan kerjasama kelembagaan antar fungsi. Dalam hal ini STEI Al-Amar Subang menggandeng lembaga keuangan syariah diantaranya BRI Syariah untuk bekerjasama dalam Tri Dharma Perguruan tinggi yang pada ujungnya adalah menyiapkan lulusan STEI Al-Amar Subang dapat memenuhi kebutuhan dunia kerja. Dalam menerapkan Strategi orientasi, STEI Al-Amar Subang lebih berorientasi pada pelanggan (mahasiswa) yang terkait dengan kebutuhan para stakeholder. Sehingga STEI Al-Amar Subang berusaha memenuhi kebutuhan stakeholder dengan cara penyesuaian kurikulum pendidikan dengan kebutuhan pasar. Dengan tetap melihat tingkat perkembangan PTS lain, baik secara kuantitas mahasiswa maupun segi mutu pelayanan.

4. Penerapan Orientasi Lingkungan
Penerapan orientasi lingkungan dapat dilihat dari bagaimana PTS memperhatikan : (1) lingkungan internal kampus, yang meliputi kebersihan ruangan, kenyamanan, serta penyediaan ruang hijau di lingkungan kampus, (2) lingkungan khusus, yang meliputi kemampuan PTS untuk menjalin kerjasama dengan pihak atau lembaga lain di luar PTS seperti kerjasama dengan PTN, PTS lain dan lembaga Negara maupun swasta (3). lingkungan Umum yang meliputi wawasan yang menjadi dasar dari PTS, yang bersangkutan seperti wawasan kebangsaan, wawasan agama, dan wawasan non agama. Pada umumnya PTS sudah menerapkan orentasi lingkungan baik internal maupun khusus, namun terkait dengan lingkungan umum belum dioptimalkan. Perguruan tinggi bukan hanya melahirkan kompetensi saja tetapi juga melahirkan lulusan yang berkarakter. Sehingga dalam hal ini STEI Al-Amar Subang berupaya untuk mengoptimalkan penyelenggaraan pendidikan dengan menghasilkan lulusan yang berkarakter islam dengan pendekatan kegiatan-kegiatan keagamaan di STEI Al-Amar Subang.

5. Penerapan Keunggulan Bersaing
PTS dapat menggali keunggulan bersaing dengan menciptakan penerapan standar-standar. Hal ini telah dilakukan oleh STEI Al-Amar Subang sebagai berikut :
a. PTS harus unggul dalam aktivitas design jasanya, seperti PTS berbasis agama (berdasarkan nilai-nilai agama), Berwawasan Kebangsaan, dan berdasakan nilai-nilai universal.
b. PTS harus unggul dalam proses produksi jasa, seperti penjaminan mutu layanan akademik yang diberikan Dosen harus tranparans dapat dinilai oleh pengguna jasa yakni mahasiswa sehingga pengelola dapat mendapat masukan untuk perubahan yang lebih baik.
c. PTS harus unggul dalam aspek pemasaran, baik secara konvensional (lewat promosi) maupun membangun citra dan kesadaran lokal (brand awareness dan organization image) melalui TV kampus maupun twinning program.
d. PTS harus unggul dalam aktivitas manajemen sumber daya manusia, seperti Dosen harus mengikuti perkembangan zaman dengan menguasai teknologi dalam layanan pendidikan, aktif dalam penelitian terbaru terkait bidangnya ataupun membuka ruang pada bidang lain dan mengembangkan pengabdian masyarakat kearah teknologi tepat guna untuk dimanfaatkan masyarakat.
e. PTS harus unggul dalam pengembangan teknologi, sebagai sarana untuk memudahkan, mempercepat dan menyediakan ketepan dalam penyampaian jasa kepada Mahasiswa. Disamping hal tersebut PTS agar dapat terus bertahan hidup diperlukan kemampuannya untuk beradaptasi dengan lingkungan, seperti kemampuan untuk dapat menyesuaiakan diri dengan persaingan diantara PTS sejenis, kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan peraturan pemerintah (seperti perlu adanya penjaminan mutu internal dan eksternal) dan kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.
Berdasarkan hal ini, sebenarnya perguruan tinggi kita dapat bersaing dengan perguruan tinggi asing. Tentunya perubahan itu harus dilakukan, semua elemen perguruan tinggi secara khusus Dosen harus mau berubah dan beradaptasi dengan perkembangan zaman serta standarisasi perguruan tinggi yang terus berubah. Dosen sebagai garda terdepan dari berkualitas atau tidaknya sebuah perguruan tinggi harus terus menggali potensi dirinya bukan hanya untuk karir semata tetapi untuk mampu berkontribusi dalam memperbaiki kualitas pendidikan. Karena seyogyanya Dosen merupakan profesi mulia yang menuntut dirinya untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas dirinya serta perguruan tinggi merupakan media untuk mengembangkan potensi-potensi itu dengan mahasiswa sebagai bahan-bahannya untuk ditempa sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang bukan hanya unggul tetapi berkarakter. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here