Beranda Headline Tim Tipidter Selidiki Lokasi ‘Hujan Batu’

Tim Tipidter Selidiki Lokasi ‘Hujan Batu’

31
0
TINJAU LOKASI: Kapolres Purwakarta AKBP Matrius saat meninjau langsung lokasi jatuhnya batu-batu besar yabg diduga akibat aktivitas blasting PT MSS di Kp. Cihandeuleum, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Peristiwa jatuhnya batu-batu berukuran besar hingga menimpa sekolah dan beberapa rumah warga yang diduga akibat aktivitas blasting (peledakan) PT MSS mendapat perhatian Polres Purwakarta.

“Kemarin itu memang blasting (peledakan, red) dilakukan dari sebelah sisi gunung. Namun dampaknya batu-batu yang sebelah sini (sisi gunung lainnya, red) yang dekat permukiman bergetar dan berjatuhan ke bawah,” kata Kapolres Purwakarta AKBP Matrius di sela kegiatannya meninjau lokasi di Kampung Cihandeuleum Desa Sukamulya Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta, Rabu (9/10).

Terkait ada tidaknya kelalaian, Kapolres menyebutkan pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Kami dari Polres Purwakarta sudah membentuk tim dari unit Tipidter untuk turun menyelidiki apakah ada pelanggaran SOP berkenaan dengan pertambangan ini atau ada unsur kelalaian lain. Kami selidiki lebih dalam,” ujarnya.

Kemudian, sambungnya, apabila ditemukan ada sesuatu hal yang memenuhi unsur kelalaian, maka pihaknya akan memprosesnya lebih lanjut. “Kami tegakkan sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Disinggung terkait ada tidaknya yang sudah diamankan, Kapolres menjelaskan jika pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti dan saksi-saksi. “Ada pun terkait perkembangannya nanti kita informasikan,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi ada tidaknya kemungkinan penutupan galian c tersebut, Kapolres menegaskan akan terus berkoordinasi dengan berbagai dinas terkait. “Karena yang paling mengetahui adalah dinas terkait. Yakni berkenaan dengan pertambangan, kondisi di atas bukit, dan apakah perlu relokasi. Ini yang akan kami terus koordinasikan,” ucapnya.

Bupati Surati Pemprov Jabar
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, akan mengirim surat protes serta evaluasi terkait aktivitas tambang yang menyebabkan kerusakan rumah dan bangunan sekolah di Desa Sukamulya Kecamatan Tegalwaru, belum lama ini.
Surat tersebut akan segera dilayangkan, terlebih perizinan penambangan berada langsung di bawah wewenang Pemprov Jabar. “Kami akan segera berkirim surat ke provinsi. Kalau terbukti ada kelalaian, kami minta izin pertambangan perusahaan tersebut untuk dicabut. Karena, ini sangat merugikan masyarakat kami,” ujar Anne.

BACA JUGA:  Rumah Warga di Tegalwaru Dihujani Batu Besar, Diduga Akibat Aktivitas Peledakan Batu PT MMS

Tak hanya itu, pihaknya pun akan segera melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian. Apalagi selama ini aktivitas penambangan menggunakan bahan peledak.
“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi. Kasihan, masyarakat yang dirugikan. PT MSS harus bertanggung Jawab,” ujarnya.

Selain itu dirinya juga meminta agar warga yang bermukim sekitar tambang untuk senantiasa berhati-hati dan waspada. “Selalu waspada, yang jelas kita harapkan kejadian ini tidak terulang,” kata Anne.

DM: Tutup Izin Usaha Pertambangan
Anggota DPR RI Dedi Mulyadi menyerukan kepada pemerintah agar mencabut izin usaha pertambangan batu. Seruan ini terkait dengan peristiwa ledakan tebing di lokasi pertambangan batu. Tepatnya, di Kampung Cihandeuleum, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, pada Selasa (8/10) lalu.

Akibat aktivitas tersebut, sebanyak enam rumah dan satu sekolah diketahui mengalami kerusakan. Menurut Dedi, pencabutan izin yang dia serukan merupakan usulan sanksi kepada setiap perusahaan pertambangan yang melakukan kecerobohan. Lokasi tambang batu di Desa Sukamulya sendiri berada di bawah kendali PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS).

“Untung tidak warga yang sedang berada di dalam rumah. Itu kalau sampai ada, bisa banyak korban jiwa,” kata Dedi.
Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI itu menyebut izin usaha pertambangan kini berada di tangan pemerintah provinsi. Meski begitu, rekomendasi dimulai sejak dari pemerintahan setempat yakni dari desa hingga kabupaten. Pola tersebut sesuai dengan aturan yang sudah dibakukan oleh pemerintah berdasarkan undang-undang.

Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Lingkungan Hidup bertanggung jawab atas dua dokumen. Yakni, Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL). Sementara izin usaha berada di tangan Provinsi Jawa Barat melalui leading sektor terkait.
“Cabut saja semuanya, tidak perlu ada evaluasi. Lebih baik, tutup penambangannya,” ujarnya.

BACA JUGA:  Jasad Bayi Ditemukan di Saluran Irigasi

Ketua DPD Golkar Jawa Barat itu menambahkan, peristiwa di Purwakarta harus menjadi cermin bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hasil blusukannya sebagai ketua partai banyak menemukan fenomena tambang batu yang cenderung merusak lingkungan. Selain itu, lokasi pertambangan yang tidak strategis turut menyumbang gangguan mobilitas warga di Jawa Barat.
“Saya pernah berkeliling Garut dan menemukan lokasi tambang di pinggir jalan besar. Ini jelas mengganggu mobilitas warga di samping lingkungan menjadi rusak. Kalau dibiarkan, aspek mudaratnya lebih besar dari aspek manfaat. Hemat saya, lebih baik ditutup juga,” katanya.

Penambangan Batu Andesit yang dimiliki oleh PT Mandiri Sentra Sejahtera (MSS). MSS adalah perusahaan yang bergerak pada penambangan batu Andesit yang dipakai sebagai bahan baku untuk membuat beton, untuk menunjang pembangunan konstruksi bangunan dan infrastruktur yang saat ini sedang digalakkan pembangunannya Pemerintah.

Perusahaan sangat prihatin dan akan bertanggung-jawab atas musibah yang sama sekali tidak diharapkan terjadi tersebut dan akan berdiskusi langsung dengan para pihak dan masyarakat yang terdampak.

Berkenan dengan hal tersebut perusahaan telah membuat rencana dan akan mengambil langkah-langkah proteksi di sekeliling tempat penambangan batu untuk mencegah hal yang sama terulang sehingga akan dapat terus berkontribusi atas program pembangunan Pemerintah.(add/mas/vry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here