Beranda Opini Menggagas E-Perangkat Pembelajaran untuk Guru

Menggagas E-Perangkat Pembelajaran untuk Guru

109
0

Oleh: Dony Purnomo
Guru Geografi SMAN 1 Purwantoro Wonogiri Jawa Tengah

Perangkat pembelajaran merupakan salah satu keluhan guru dalam proses pembelajaran. Keluhan para guru dalam penyusunan perangkat pembelajaran merupakan hal yang wajar karena dalam penyusunan perangkat pembelajaran ini sering kali berubah fokus serta cenderung membebani guru. Sebagai contoh dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), guru menyusun RPP dengan kelengkapannya yang begitu banyak. Pada satu kompetensi dasar dapat mencapai puluhan lembar karena instrumen penilaian dan bahan ajar disertakan di dalamnya.

Ketika merunut pada Undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen menjelaskan bahwa salah satu tugas keprofesionalan guru adalah kewajiban untuk merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu serta menilai dan mengevaluasi pembelajaran.

Hal tesebut diperkuat oleh Permendikbud No. 22 Tahun 2016 yang menjelaskan secara jelas bahwa setiap pendidik wajib menyusun RPP secara sistematis dan lengkap agar pembelajaran berlangsung secara interkatif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Hakikatnya sebuah pembelajaran terletak pada perencanaan, proses dana hasil belajar. Untuk mencapai proses pembelajaran yang baik diperlukan perencanaan yang baik. Kualitas perencanan akan menentukan kualitas proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Guru yang kurang memiliki perencanaan matang akan mengalami kesulitan dalam melaksanakan proses pembelajaran yang baik karena tidak memiliki acuan yang jelas dalam proses pembelajarannya.

Disatu sisi perangkat pembelajaran merupakan hal yang penting dimiliki oleh guru, tetapi disisi lain perangkat pembelajaran yang ada saat ini dirasa membebani guru dalam hal administrasinya karena terlalu banyak. Hal ini perlu dijembatani dengan menerapkan aplikasi yang dapat digunakan guru untuk menyusun perangkat dalam bentuk e-perangkat.

BACA JUGA:  Melawan Faham Radikalisme di Kalangan Mahasiswa

Momentum pergantian Mendikbud ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan revolusi dalam bidang perangkat pembelajaran dari manual ke digital. Menginagat Mas menteri merupakan konseptor aplikasi yang handal, terbukti telah melahirkan aplikasi yang kini menjadi kebutuhan di masyarakat.

Dalam artikel ini saya mengagas sebuah konsep aplikasi yang dapat memudahkan guru dalam melaksanakan administrasi pembelajarannya. Gambaran umumnya dalam aplikasi e-perangkat pembelajaran ini berisi semua kebutuhan administrasi guru yang terintegrasi dalam sebuah aplikasi serta dapat dibuka oleh guru melalui gawainya sehingga guru tak perlu lagi mencetak perangkat pembelajaran.

Melalui e-perangkat pembelajaran ini juga dapat disinkronkan dengan akun kepala sekolah, pengawas dan pihak terkait di dinas pendidikan sehingga semua pihak dapat melihat, memantau dan menilai perangkat pembelajaran yang dimiliki oleh guru. Dari sisi guru hal ini juga memudahkan, karena guru tak perlu repot untuk mencetak perangkat pembelajaran, mengalami salah format dan dapat dilihat oleh guru setiap saat melalui gawainya ketika akan melakukan pembelajaran.

Konsep umum ini semoga dibaca oleh mas meteri dalam 100 harinya mendengarkan berbagai masukan dalam pendidikan sehingga kedepan mas menteri dapat merealisasikannya menjadi sebuah aplikasi dan tugas guru dalam penyusunan perangkat pembelajaran semakin mudah dan tidak membebani guru. Mas Menteri, kami menunggu aksi nyatamu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here