Beranda Headline Rumah Mak Itoh Ambruk Diterjang Hujan dan Angin Kencang

Rumah Mak Itoh Ambruk Diterjang Hujan dan Angin Kencang

27
0
AMBRUK: Rumah Mak Itoh yang ambruk diterjang hujan lebat dan angin kencang akhirnya dibongkar dan menunggu giliran program rutilahu. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Rumah milik Mak Itoh (75), warga Kampung Cikakak Panyingkiran, RT 11/RW 06 Desa Batu Tumpang, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta ambruk diterjang hujan yang disertai angin kencang, Jumat (15/11) sore.

Beruntung Nenek Itoh berhasil selamat sesaat sebelum rumahnya yang berukuran 5 x 7 meter itu ambruk. Tak hanya rumah Itoh, angin kencang juga merobohkan tower dan merusak satu rumah lainnya yang berada di kampung itu.

Pjs Kepala Desa Batutumpang, Cecep Sobandi membenarkan peristiwa tersebut. ”Iya kejadiannya Jumat (15/11) sore, sekira pukul 16.30 WIB satu rumah rusak dan satu rumah roboh, serta satu tower patah,” kata Cecep kepada koran ini, Sabtu (16/11).
Pasca-kejadian, rumah Mak Itoh lansung dibongkar aparat dibantu warga. “Sebetulnya rumah itu memang mau dibongkar dan nenek itu (Mak Itoh) mau direlokasi sebab dirinya mendapat bantuan program rutilahu dari pemerintah,” kata Babinkamtibmas Desa Batutumpang Bripka Zaenudin.

Sebelumnya, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengakui jika sejumlah wilayahnya rawan terjadi bencana alam terutama pada peralihan musim kemarau kehujan.
“Kami sudah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan hingga tingkat bawah supaya menguatkan komunikasi untuk lebih tanggap bencana. Mengingat, saat ini sudah memasuki musim hujan,” kata Anne beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, hasil dari pemetaan dinas terkait ada tiga bencana alam yang harus diwaspadai, yaitu pergerakan tanah atau longsor, angin ribut dan banjir yang sering terjadi di sejumlah wilayah.

Kecamatan Bojong, Darangdan, Wanayasa dan Pondoksalam masuk ke dalam wilayah rawan longsor karena wilayah perbukitan. “Di empat wilayah itu tingkat pergerakan tanahnya cukup tinggi, jadi perlu diwaspadai,” ucapnya.

Kemudian, sambung dia, untuk daerah yang rawan bencana angin puting beliung di antaranya terdapat di wilayah kecamatan kota dan Bungursari. Karena, sejauh ini kerap terdengar kejadian tersebut di dua wilayah ini.

BACA JUGA:  Warga Desa Mundusari Swadaya Bangun Rumah Warga

Sementara, untuk bencana banjir sebenarnya nyaris tidak ada wilayah yang rawan di daerahnya. Kalaupun ada, itu biasanya adalah banjir cileuncang yang diakibatkan adanya drainase yang tersumbat sampah. Atas dasar itu pula, pihaknya mengajak masyarakat untuk menggalakan bebersih.

“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengantisipasi supaya dampak dari bencana alam bisa diminimalisasi,” ujar Anne mengimbau.
Selain itu, Anne mengaku telah menyiapkan anggaran khusus bencana alam sekitar Rp500 juta yang bersumber dari APBD kabupaten.

“Kemarin sudah tersalurkan Rp200 juta saat bencana kekeringan dan kekurangan air bersih. Kita berdoa bersama, semoga di Purwakarta tidak ada bencana alam yang bisa merugikan masyarakat,” katanya.(add/vry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here