Beranda Bisnis Sulap Karet dan Plastik Bekas, Bahrul Ciptakan Kerajinan Perahu

Sulap Karet dan Plastik Bekas, Bahrul Ciptakan Kerajinan Perahu

28
0
KREATIF: Bahrul Anam menunjukan beragam kerajinan perahu yang merupakan hasil karya di kios miliknya, Selasa (5/11). YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Barang bekas atau sampah di sekitar bisa menjadi nilai rupiah. Itulah yang dilakukan Bahrul Karim, pedagang kelontongan kaki lima. Dia kini memiliki aktivitas baru dengan ide kretif menyulap sampah karet dan plastik jadi perahu.

Saat ditemui Pasundan Ekspres, pria yang berjualan di Jalan Raya Pamanukan – Pondok Bali tikungan pertama sebelum Masjid Al Hadad ini, mulai membuat kerajinan perahu dari bahan bekas. Seperti karet sandal dan platik bekas minuman botol. Aktivitas itu dilakukanya dalam sebulan terakhir sambil berjualan es, kopi dan rokok di lapak miliknya.

“Ini baru sekitar satu bulan, tadinya ya untuk isi waktu luang pas jualan saja. Lama kelamaan saya jadi tertarik juga,” kata Bahrul, Selasa (5/11).

Ide tersebut, awalnya dibuatkan dalam melalui kardus-kardus bekas, namun karena gampang rusak ketika basah atau jika dimainkan. Dia terpikir untuk menggantinya dengan karet sandal bekas.

“Karetnya ada yang ngirim bekas, ya memanfaatkan yang bekas-bekas saja. Dibuat sendiri di warung sambil jaga, namanya juga usaha harus kreatif,” ucapnya.

Perahu-perhau buatanya sendiri dibuat dalam beragam bentuk dan juga ukuran. Mulai dari yang kecil, sedang hingga besar dengan beragam harga. Bahrul mengaku, untuk membuat perahu kecil setidaknya membutuhkan waktu hingga tiga hari pekerjaan.
“Kalau yang besar bisa sampai seminggu atau sepuluh hari, buatnya di sini saja sambil jualan. Alhamdulillah meskipun baru, tapi ada saja yang beli,” bebernya.

Perahu-perahu yang ia buat dibanderol mulai dari harga Rp 30.000 hingga Rp 50.000. Bahkan untuk ukuran besar, Bahrul menyebut bisa untuk bermain di saluran atau sungai.
“Kalau yang besar itu bisa jalan kalau di air, tidak cepat rusak juga karena bahannya karet,” jelasnya.

BACA JUGA:  Mengintip Kreasi Berbahan Dasar Resin dari Anak Muda Tambakan

Bahan yang digunakan sangat simple. Mulai dari lem, karet, serta botol-botol plastik. Saat ini, hasil kerajinan tanganya itu dipajang di sebuah lapaknya sendiri bersama dengan jualan es, rokok serta batu mulia.

Bahrul menyebut, selain kerajinan dan jualan es, ia juga menjual aneka batu akik mulia. Seperti kali maya, kecubung, bacan dan lainnya.

“Batu juga ada, tapi sekarang sudah mulai jarang. Tapi ya sambil jalan usaha harus terus jalan dan kreatif,” ungkap pria asal Desa Lengkong Jaya, Pamanukan ini.

Saat ini, dirinya bersama rekan lain mulai mencoba menawarkan kerajinan perahu tersebut keliling di tempat-tempat tertentu.
“Ada teman yang mau coba bawa perahunya, dijual keliling. Mudah-mudahan saja makin laku,” bebernya.(ygi/ysp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here