Ketika asimilasi di rumah, lanjutnya, para napi diawasi Balai Pemasyarakatan (BP) Daerah. Kusnali mengimbau kepada penerima asimilasi, agar jangan keluar rumah atau kabur. Jangan disalahgunakan oleh para napi seperti pergi keluar kota dan lainnya.
Ini semata-mata ini hanya asimilasi di rumah. “Asimilasi rumah ini semata-mata untuk mencegah penyebaran Covid-19, sehingga jangan disalahgunakan oleh para napi seperti kabur dan lainya,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu napi Yanto (34) mengaku senang bisa menjalani asimilasi rumah karena bisa berkumpul bersama keluarga. “Akhirnya dampak Covid-19 bisa menjadi berkah,” katanya.(ygo/vry)