SUBANG-Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Subang menghadapi kendala dalam menjalankan kegiatan luar sekolah setelah pemerintah melarang kegiatan study tour bagi siswa.
Meski demikian, pihak sekolah tetap berharap agar program Bimbingan Karier dan Study Kampus bisa tetap berjalan sebagai alternatif edukatif yang bermanfaat bagi para siswa.
Larangan study tour yang diterapkan oleh pemerintah ini didasarkan pada sejumlah alasan, termasuk aspek keamanan, keselamatan siswa, serta kekhawatiran akan praktik komersialisasi dalam pelaksanaannya.
Baca Juga:Astra Tol Cipali Pasang Strobo di Sejumlah Titik Rawan, Guna Tingkatkan Keamanan dan Keselamatan di Jalan Musim Berakhir, Gultom Belum Ditawari Perpanjangan Kontrak oleh Persikas
Beberapa kasus kecelakaan dan penyalahgunaan anggaran yang terjadi di berbagai daerah turut menjadi latar belakang kebijakan tersebut.
Kebijakan ini menuai beragam tanggapan dari sekolah-sekolah di berbagai wilayah, termasuk MAN 1 Subang.
Pihak sekolah menilai bahwa meskipun study tour sering dikaitkan dengan rekreasi, namun dalam praktiknya kegiatan tersebut juga memiliki unsur edukatif.
Oleh karena itu, mereka mengusulkan agar program lain yang lebih terarah, seperti Bimbingan Karier atau Study Kampus, tetap mendapat izin untuk dilaksanakan.
Guru Bimbingan Konseling (BK) MAN 1 Subang, Sunarto, mengungkapkan bahwa program Bimbingan Karier atau Study Kampus memiliki peran penting dalam membantu siswa menentukan arah masa depan mereka.
“Kami memahami alasan di balik larangan study tour, namun kami juga berharap pemerintah dapat mempertimbangkan manfaat dari program lain yang lebih akademis, seperti kunjungan ke kampus-kampus dan seminar bimbingan karier. Kegiatan ini dapat memberikan wawasan bagi siswa mengenai dunia perkuliahan dan pilihan profesi yang sesuai dengan minat mereka,” ungkapnya kepada Pasundan Ekspres.
Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan informasi mengenai universitas, tetapi juga membuka kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi langsung dengan dosen dan mahasiswa yang dapat memberikan gambaran nyata tentang kehidupan akademik.
Baca Juga:Pastikan Pengadaan Tanah Sesuai Prosedur, Menteri Nusron Tinjau Langsung Akses KCIC KarawangNusron Wahid Masuk Daftar Menteri dengan Kinerja Terbaik Versi RODA Institute
Dia menambahkan bahwa tanpa adanya kegiatan seperti Study Kampus, siswa akan kehilangan kesempatan penting untuk memperoleh pengalaman langsung sebelum mereka benar-benar memasuki dunia perkuliahan atau dunia kerja.
“Tidak semua siswa memiliki akses yang cukup terhadap informasi tentang perguruan tinggi dan prospek kerja. Dengan adanya kunjungan ke kampus, mereka dapat bertanya langsung kepada pihak yang berpengalaman, sehingga mereka bisa lebih mantap dalam menentukan pilihan masa depan,” ujarnya.