Selain itu, Asep juga menjelaskan kepada masyarakat mengenai dapur program MBG atau biasa yang disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Di Kabupaten Bandung, Program Makan Bergizi Gratis ini sudah berdiri lebih dari 10 (sebelas) dapur sehat (SPPG) yang tersebar dibeberapa kecamatan,” ungkap Asep Romy.
Program MBG juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. Badan Gizi Nasional bekerja sama dengan petani, peternak, dan nelayan setempat untukmemasok bahan baku makanan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Baca Juga:Wujudkan Generasi Indonesia Emas, Program MBG Terus di Bandung Terus DigeberMenyongsong Indonesia Emas 2045 Lewat Program Makan Bergizi Gratis
“Sayuran, beras, telur, buah-buahan, dan lain-lain sebagai bahan baku yang dibutuhkan oleh semua dapur untuk menyiapkan lebih kurang 3.500 porsi setiapharinya yang hampir sebagian besar bahan-bahan tersebut harus dipenuhi oleh UMKM-UMKM yang berada di wilayah dapur, sangat besar manfaatekonominya,” lanjutnya.
Dalam satu dapur SPPG terdapat lebih kurang 43-50 orang pekerja yang harusmemperkerjakan masyarakat di wilayah dapur berada. Artinya denganberjalannya program ini dapat pula meningkatkan angka pekerja di daerah-daerah.
Berdasarkan data, per 22 Januari 2025 lalu sudah terbentuk 245 Satuan PelayananPemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG yang tersebar di 38 provinsi. Denganbegitu Badan Gizi Nasional secara bertahap akan mendirikan 30 ribu Dapur MBG di seluruh Indonesia.